logo Kompas.id
β€Ί
Ilmu Pengetahuan & Teknologiβ€ΊKelangkaan Air Picu Emigrasi...
Iklan

Kelangkaan Air Picu Emigrasi Massal di Mesir Kuno

Bukti ilmiah dan catatan kuno yang ditemukan peneliti menunjukkan kelangkaan air memicu emigrasi penduduk yang membuat wilayah-wilayah permukiman ditinggalkan menjadi kota mati.

Oleh
Ichwan Susanto
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/fpWylUwZ2lZpx_j6pSvyth7uPxU=/1024x512/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F01%2FSoknopaiou_Nesos_DSC_0255_1000x500_1611722286.jpg
BRUNO BAZZANI/WIKIMEDIA COMMONS

Desa kuno Soknopaiou Nesos di wilayah Faiyum, Mesir, yang menjadi reruntuhan dan hilang. Diduga permukiman ini hilang karena migrasi penduduk akibat kelangkaan air.

Ketiadaan hujan monsun di sumber atau hulu Sungai Nil menjadi penyebab migrasi dan matinya seluruh permukiman di provinsi zaman Romawi di Mesir. Perkembangan demografis ini telah dibandingkan dengan data lingkungan untuk pertama kalinya oleh profesor sejarah kuno, Sabine Huebner dari Departemen Peradaban Kuno di Universitas Basel, Swiss. Hal ini mengarah pada penemuan perubahan iklim dan konsekuensinya.

Wilayah Faiyum yang awalnya seperti oasis, kira-kira 130 km barat daya Kairo, adalah lumbung pangan Kekaisaran Romawi. Namun, pada akhir abad ketiga Masehi, banyak permukiman yang dulunya berkembang pesat di sana menurun dan akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan