logo Kompas.id
โ€บ
Ilmu Pengetahuan & Teknologiโ€บKonflik Agraria Tahun 2020...
Iklan

Konflik Agraria Tahun 2020 Masih Tinggi

Konsorsium Pembaruan Agraria mencatat, sepanjang 2020 masih terjadi konflik agraria di berbagai sektor dan wilayah di Tanah Air. Kasus-kasus pada masa lalu pun belum terselesaikan.

Oleh
PRADIPTA PANDU
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ZM1eaOhc1CEm7UhcI3D-S7oYmaM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F09%2Fd2e1bcd2-a0ca-433b-bdae-e17fe3fd5920_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Aktivis Komite Nasional Pembaruan Agraria membenahi orang-orangan sawah atau boneka sawah sebagai simbol petani yang sedang berunjuk rasa di depan gerbang kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS โ€” Masa pandemi Covid-19 tak menyurutkan peristiwa kasus perampasan tanah dan kekerasan terhadap masyarakat yang memperjuangkan lahannya. Keberpihakan dan langkah politik pemerintah diperlukan agar bisa mencegah konflik agraria berulang sekaligus mengurai dan menyelesaikan  peninggalan konflik di masa lalu.

Ini terangkum dalam Catatan Akhir Tahun Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) 2020 yang diluncurkan secara daring, Rabu (6/1/2021). KPA mencatat, jumlah konflik agraria di sektor perkebunan meningkat 28 persen dari tahun lalu, sedangkan di sektor kehutanan naik 100 persen. Secara keseluruhan, masyarakat yang terdampak mencapai 135.332 keluarga.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan