logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiJangan Buru-Buru Berikan Vaksin

Jangan Buru-Buru Berikan Vaksin

Pemerintah diminta memastikan keamanan dan khasiat vaksin Covid-19 sebelum nantinya vaksinasi massal. Karena vaksin tidak langsung mengatasi pandemi, maka tes, pelacakan kontak, dan isolasi mesti tetap dilakukan.

Oleh Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Calon penumpang kereta Commuter Line mengantre masuk ke Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali melakukan rekayasa operasional KRL Commuter Line mulai 15 Oktober 2020 untuk mengikuti pemberlakuan PSBB Transisi di wilayah DKI Jakarta. KRL beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 22.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS—Pemerintah diminta tidak terburu-buru memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat, sebelum uji klinis membuktikan keamanan dan efikasi atau kemanjurannya. Sambil menanti vaksin yang terbukti aman dan memiliki efikasi yang baik, upaya pengendalian wabah bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan pemeriksaan spesimen, lacak, dan isolasi.

"Saat ini vaksin masih diuji klinis. Kenapa harus janjikan vaksin di tahun ini. Pemerintah seharusnya serius memperhitungkan aman atau tidaknya, bukan buru-buru mengimpor vaksin dan diberikan ke masyarakat sebelum ada kepastian keamanannya," kata epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, dalam kelas pandemi yang diadakan Laporcovid19, secara daring, di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Editor: Evy Rachmawati
Bagikan
Memuat data..