logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiSatu dari Tiga Anak di Dunia Keracunan Timbel

Satu dari Tiga Anak di Dunia Keracunan Timbel

Studi terbaru menunjukkan, sepertiga anak-anak di dunia keracunan timbel, terutama yang berasal dari proses peleburan aki bekas yang tidak memenuhi prosedur. Keracunan timbel dapat merusak otak anak secara permanen.

Oleh Yovita Arika
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HARRY SUSILO

Ilustrasi: Petugas kesehatan mengambil sampel darah Ridho (12), anak penderita gangguan mental, di Kampung Cinangka Kaum, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018). Gangguan mental yang dialami Ridho diduga salah satunya dipicu tingginya kadar timbal di lingkungan Desa Cinangka yang diakibatkan aktivitas peleburan aki bekas ilegal di kawasan tersebut.

Satu dari tiga anak di dunia atau sekitar 800 juta anak keracunan timbel, dengan kadar timbel dalam darah sebesar atau lebih dari 5 mikrogram per desiliter. Kadar timbal dalam darah dapat menyebabkan kerusakan otak anak yang tidak dapat diperbaiki.

Timbal bersifat neurotoksin dan neurotoksin terutama berbahaya bagi bayi dan anak usia balita karena kerusakan otak pada masa ini berarti terjadi sebelum otak dapat berkembang secara penuh. Akibatnya, anak akan mengalami gangguan neurologis, kognitif, dan fisik sepanjang hidupnya.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..