logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiAncaman Pembela HAM Lingkungan Masih Tinggi

Ancaman Pembela HAM Lingkungan Masih Tinggi

Ancaman kriminalisasi, penganiayaan, hingga pembunuhan menjadi catatan peristiwa terhadap para pembela HAM atas lingkungan. Ancaman itu diperkirakan terus berlanjut seiring penerapan kebijakan pro pemodal.

Oleh ICHWAN SUSANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Heru Sri Kumoro

Mural pejuang hak asasi manusia Munir Said Thalib berjajar di antara tokoh-tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta di tembok bangunan di Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (20/3/2020). Pendiri Imparsial dan aktivis Kontras itu tewas di pesawat terbang ketika bertolak ke Amsterdam, Belanda untuk melanjutkan studi pada 7 September 2004 lalu.

JAKARTA, KOMPAS — Laporan terbaru Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat atau Elsam menunjukkan tahun 2019 merupakan tahun pesimisme bagi penegakan hak asasi manusia, terutama terkait penyelesaian kasus agraria dan lingkungan. Ancaman kriminalisasi, penganiayaan, hingga pembunuhan menjadi catatan perisiwa terhadap para pembela hak asasi manusia atas lingkungan.

Tahun 2020 hingga tahun mendatang pun diprediksi tak akan berubah. Bahkan, pasca pandemi Covid-19 yang menurunkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa menjadi ”stimulus” lebih tingginya ancaman terhadap pembela hak asasi manusia (HAM) atas lingkungan. Hal itu disebabkan keinginan mengejar ketertinggalan secara cepat dalam kondisi politik ekonomi tidak berubah dan industri ekstraktif dan rakus lahan masih menjadi sandaran.

Editor: evyrachmawati
Bagikan