Ilmu Pengetahuan & TeknologiAkses Layanan Medis Minim

Akses Layanan Medis Minim

JAKARTA KOMPAS &mdash Jumlah penderita penyakit paru-paru terus meningkat Itu dipicu terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan paru Karena itu pusat inhalasi di daerah dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus penyakit itu perlu ditingkatkan Terkait hal itu Keme

· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Jumlah penderita penyakit paru-paru terus meningkat. Itu dipicu terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan paru. Karena itu, pusat inhalasi di daerah dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus penyakit itu perlu ditingkatkan. Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan bermitra dengan PT AstraZeneca Indonesia, meluncurkan program Healthy Lung atau Paru-Paru Sehat, di Jakarta, Selasa (26/9). Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, penyakit infeksi saluran pernapasan bawah ada di urutan keenam penyakit penyebab kematian di Indonesia."Hampir 20 juta orang Indonesia adalah penderita asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis)," kata Faisal Yunus, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia. Penanganan penyakit pernapasan terkendala terbatasnya dana pengadaan obat di puskesmas dan mutu spirometri, alat untuk mengetahui kapasitas paru, masih belum bagus.Kontrol jangka panjang"Hal yang perlu diperbaiki bukan cara penanganan saat pasien sakit, tetapi kontrol jangka panjang agar tak sakit. Pasien saat dirujuk ke fasilitas kesehatan lain juga tak boleh malas berobat. Ini diperburuk sedikitnya jumlah dokter sehingga kewalahan menangani pasien," ujarnya. Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Lily S Sulistyowati menegaskan, pemerintah tak bisa kerja sendiri mengatasi penyakit pernapasan. Dengan area Indonesia luas, 10.000 puskesmas belum diakomodasi dengan maksimal.Untuk itu, Kemenkes bersama AstraZeneca Indonesia meluncurkan program Paru-paru Sehat. Menurut Vice President for Asia AstraZeneca Joris Silon, pasien penyakit pernapasan di Asia menderita lebih lama dari seharusnya karena penanganan kurang tepat. "Healthy Lung membantu penanganan penyakit di Indonesia," kata Pelaksana Tugas Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes Eni Gustina.Menurut Direktur Operasi, Akses pasar, dan Urusan Pemerintahan AstraZeneca Indonesia Rizman Abudaeri, program itu mendorong akses pada pusat inhalasi dan kemampuan tenaga kesehatan mendiagnosis asma, PPOK, dan kanker paru. Pihaknya mendirikan 126 pusat inhalasi di RSUD dan puskesmas serta memberi pelatihan kepada 448 dokter umum pada 2014-2017. (DD13)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..