logo Kompas.id
Ilmiah PopulerPerubahan Iklim Membentuk dan ...

Perubahan Iklim Membentuk dan (Bisa) Memusnahkan Manusia

Perubahan iklim di masa lalu memicu migrasi dan memengaruhi evolusi manusia modern atau ”Homo sapiens”. Perubahan iklim yang saat ini telah melanda bisa kembali memicu migrasi massal, bahkan mengancam masa depan manusia.

Oleh
AHMAD ARIF
· 1 menit baca
Banjir rob setinggi 10-15 cm menggenangi dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (3/1). Meski terendam banjir rob, pelayanan bagi masyarakat dari dan menuju Kepulauan Seribu tetap berjalan normal.
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Banjir rob setinggi 10-15 cm menggenangi dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (3/1). Meski terendam banjir rob, pelayanan bagi masyarakat dari dan menuju Kepulauan Seribu tetap berjalan normal.

Gagasan bahwa iklim memiliki peran penting dalam evolusi manusia telah muncul setidaknya sejak tahun 1920-an. Raymond Arthur Dart, antropolog Australia, menulis di jurnal Nature (1925) mengenai hal ini setelah temuannya tentang fosil Australopithecus africanus—homo arkaik yang telah punah—di Afrika Selatan pada 1924.

Dart dan para ilmuwan lain berhipotesis, kondisi yang lebih kering telah menyebabkan nenek moyang manusia purba mulai berjalan dengan dua kaki untuk beradaptasi dengan kehidupan di sabana. Iklim dianggap bisa menentukan spesies mana, di mana, dan berapa lama bisa bertahan di lingkungan yang spesifik serta mendorong penyebaran untuk mencari tempat hidup yang paling sesuai.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan