logo Kompas.id
KesehatanBerjuang Melawan Stigma Menyandang Penyakit Kutukan

Berjuang Melawan Stigma Menyandang Penyakit Kutukan

Menyandang penyakit kusta berarti mengalami penderitaan ganda. Selain melawan penyakit itu sendiri, mereka juga harus menanggung beban stigma orang sekitarnya yang kadang menyebutnya penyandang penyakit kutukan.

Oleh deonisia arlinta
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DEONISIA ARLINTA

Sejumlah masyarakat yang berada di Kampung Sitanala, Kota Tangerang, Banten melakukan pemeriksaan komprehensif mulai dari pemeriksaan mata, kulit, gigi, dan psikologi dalam acara bakti sosial yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Selasa (3/12/2019).

Stigma yang melekat pada orang dengan kusta menjadi penghambat utama penanggulangan penyakit ini di Indonesia. Tidak hanya menghambat dalam memutus mata rantai penularan, stigma juga menghambat penderita untuk bisa mandiri.

Khasiati (45) menjawab satu per satu pertanyaan yang diajukan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) dalam kegiatan bakti sosial Universitas Indonesia di GOR Sitanala, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/12/2019). Keningnya berkerut. Napasnya sedikit terengah. “Ibu, pernah diledek karena penyakit ibu?” tanya psikolog itu.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Andy Riza Hidayat
Memuat data..