logo Kompas.id
HumanioraGlasgow Jadi Dasar Tingkatkan Kerja Sama Atasi Perubahan Iklim

Glasgow Jadi Dasar Tingkatkan Kerja Sama Atasi Perubahan Iklim

Pakta Iklim Glasgow dipandang dapat meningkatkan kerja sama yang lebih konkret untuk mengatasi perubahan iklim dalam bentuk dukungan pendanaan, investasi, dan operasionalisasi pasar karbon.

Oleh
PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Ilustrasi saat kegiatan COP 26 Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia. Seorang aktivis mengangkat sebuah plakat yang datang untuk "Proses Peziarah", sebuah upacara pembukaan untuk serangkaian aksi langsung tanpa kekerasan yang diselenggarakan oleh kelompok aksi aktivis iklim Extinction Rebellion di Glasgow Green dekat Scottish Event Center (SEC) di Glasgow,  30 Oktober 2021, tempat Konferensi Perubahan Iklim PBB COP 26 yang diadakan di kota mulai 31 Oktober 2021.

JAKARTA, KOMPAS — Konferensi Perubahan Iklim ke-26 atau COP 26 di Glasgow, Skotlandia, November 2021 lalu, menghasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya Pakta Iklim Glasgow. Adanya pakta ini membuka berbagai peluang untuk meningkatkan penanganan perubahan iklim, seperti kerja sama yang lebih konkret dan penerapan pasar karbon.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi mengemukakan, isu krusial yang telah didiskusikan dalam COP 26 antara lain tentang kerangka waktu pelaporan dokumen kontribusi nasional (NDC), upaya adaptasi, hingga pendanaan perubahan iklim. COP 26 juga menghasilkan Pakta Iklim Glasgow (Glasgow Climate Pact) yang menekankan pentingnya upaya bersama dalam membatasi kenaikan suhu 1,5 derajat celsius.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan