logo Kompas.id
HumanioraImpor Pangan Meningkat, Petani dan Lahan Pertanian Menyusut

Impor Pangan Meningkat, Petani dan Lahan Pertanian Menyusut

Kedaulatan pangan yang pernah dijanjikan Presiden Joko Widodo pada periode awal pemerintahannya semakin menjauh. Hal itu ditandai dengan terus meningkatnya impor pangan dan menyusutnya luas lahan pertanian.

Oleh Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Warga menempatkan karung berisi tanah untuk memperbaiki pematang sawah yang jebol karena banjir di Desa Kuaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (13/1/2020). Banjir yang melanda kawasan tersebut juga merusak beberapa saluran irigasi pertanian.

JAKARTA, KOMPAS — Kedaulatan pangan yang pernah dijanjikan Presiden Joko Widodo pada periode awal pemerintahannya semakin menjauh. Hal itu ditandai oleh terus meningkatnya impor pangan di tengah menyusutnya lahan pertanian dan jumlah petani. Sistem pangan di Indonesia juga dinilai tidak berkelanjutan.

”Belum ada perubahan dalam sistem pangan Indonesia selama dua dekade ini. Angka impor pangan semakin tinggi, jumlah petani pangan terus menurun, khususnya di kelompok petani sawah pada kisaran umur di bawah 35 tahun karena pertanian pangan dianggap tidak menjanjikan lagi,” kata Tejo Wahyu Jatmiko, Koordinator Aliansi untuk Desa Sejahtera, di Jakarta, Selasa (15/1/2020).

Editor: evyrachmawati
Bagikan