logo Kompas.id
HumanioraBaru 13 Persen Plastik di...

Baru 13 Persen Plastik di Indonesia Didaur Ulang

PRO bertujuan untuk membantu industri daur ulang mengumpulkan sumber bahan baku dari hulu. Selain mengurangi sampah, ini juga membuat sampah plastik punya potensi ekonomi.

Oleh
FAJAR RAMADHAN/SEKAR GANDHAWANGI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/WK0iHhMY9pTYi9Vd7mFiMHjjJ8I=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2F70851a45-3405-4a8c-bc9f-81556ae18e69_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Ilustrasi: Sampah-sampah plastik dan rumah tangga mengapung di permukaan Situ Cicadas, Mekarsari, Cimanggis, Depok, Rabu (27/11/2019). Situ seluas 7,9 hektar tersebut setiap hari hanya dibersihkan oleh dua petugas.

JAKARTA, KOMPAS — Dari 7,2 juta ton konsumsi plastik di Indonesia per tahun, baru 13 persen yang didaur ulang dan masuk dalam ekonomi sirkular dalam negeri. Proses pemilahan plastik bekas yang belum optimal menjadi salah satu penyebab daur ulang rendah.

”Sebanyak 40 persen dari 7,2 juta ton itu adalah plastik kemasan. Selebihnya digunakan untuk bahan baku barang atau infrastruktur,” kata Kepala Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir Direktorat Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Rizky Aditya Wijaya di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Editor:
hamzirwan
Bagikan