logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiPresiden Diminta Segera Bentuk Lembaga Pemberantasan Kejahatan Hutan

Presiden Diminta Segera Bentuk Lembaga Pemberantasan Kejahatan Hutan

JAKARTA KOMPAS Presiden Joko Widodo diminta segera membentuk lembaga koordinatif untuk mencegah dan memberantas kejahatan kehutanan Tanpa kehadiran lembaga tersebut saat ini banyak kasus hukum menyasar masyarakat kecil Sementara banyak kasus kejahatan kehutanan yang melibatkan korporasi tida

Oleh brigitta isworo laksmi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ZULKARNAINI

Kerusakan hutan di Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, disebabkan aktivitas tambang emas ilegal, Kamis (2/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo diminta segera membentuk lembaga koordinatif untuk mencegah dan memberantas kejahatan kehutanan. Tanpa kehadiran lembaga tersebut, saat ini banyak kasus hukum menyasar masyarakat kecil. Sementara banyak kasus kejahatan kehutanan yang melibatkan korporasi tidak jelas perkembangan prosesnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Center for Environmental Law (ICEL) Henri Subagiyo mengungkapkan, ketiadaan lembaga khusus yang sifatnya koordinatif dalam penanganan kejahatan kehutanan berakibat pada penegakan hukum yang hanya menyasar individu, masyarakat kecil.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor:
Bagikan
Memuat data..