logo Kompas.id
Terapi Terintegrasi agar Perkembangan Optimal

Terapi Terintegrasi agar Perkembangan Optimal

Oleh
· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Pemberian terapi yang terintegrasi penting bagi pengidap cerebral palsy. Dengan demikian, kapasitas fisik dan mental penderita dapat dioptimalkan, atau setidaknya tidak semakin memburuk. Cerebral palsy (CP) adalah kecacatan yang timbul akibat kurang pasokan oksigen di otak, yang biasanya terjadi pada waktu bayi. Kekurangan oksigen dapat terjadi saat di dalam kandungan atau selama proses persalinan. Penyebabnya bermacam-macam, seperti karena infeksi, proses persalinan yang lama, atau trauma. CP menyebabkan gangguan gerakan, otot, dan kognitif.Pengurus Medis Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta Yanti Sampoerno mengatakan, penderita CP diberikan empat jenis terapi. Terapi fisioterapi untuk membantu anak- anak mengembangkan kapasitas fisik dan mengaktifkan fungsi tubuh. Terapi okupasi untuk melatih gerakan yang diperlukan dalam beraktivitas sehari-hari. Terapi wicara untuk melatih kemampuan bahasa dan terapi hidroterapi untuk mengembangkan bidang sensorik, motorik, dan kognitif anak serta menstimulasi kulit dan tubuh."Idealnya, terapi diberikan secara integrasi agar perkembangan penderita sinkron. Jika hanya fisik yang dicecar, kemampuan berinteraksi akan ketinggalan, padahal mereka juga perlu bersosialisasi," kata Yanti seusai diskusi interaktif bertema "Orangtua bersama Terapis Okupasi: Apa yang Kita Butuhkan untuk Kemandirian Anak Kita?" di Jakarta, Jumat (20/10).Yanti mengatakan, orangtua penderita CP perlu mempelajari terapi yang tidak membutuhkan alat khusus agar dapat dipraktikkan di rumah. Tujuan terapi bukan hanya untuk membantu perkembangan anak, melainkan juga membantu orangtua lebih mudah dalam mengasuh.Fisioterapis YPAC Jakarta Jeri Novaro Sumual mengatakan, stimulasi tetap diperlukan karena anak-anak CP akan menjadi orang dewasa CP. Ketua Yayasan YPAC Jakarta Purnamawati Muki Reksoprodjo mengatakan, CP adalah suatu kelainan yang tidak bisa sembuh tetapi dampak negatifnya dapat dikurangi apabila terapi dilakukan sejak dini. YPAC menangani sebanyak 110 murid dengan CP dan 50-60 pasien CP untuk terapi. (dd13)

Editor:
Bagikan