logo Kompas.id
HumanioraMengoptimalkan Potensi Museum ...
Iklan

Mengoptimalkan Potensi Museum dan Cagar Budaya

Indonesian Heritage Agency dicanangkan untuk memaksimalkan potensi ekonomi museum dan cagar budaya di Indonesia.

Oleh
TATANG MULYANA SINAGA
· 4 menit baca
Suasana Museum Benteng Vredeburg, DI Yogyakarta, yang sedang direvitalisasi, Sabtu (27/4/2024). Proyek revitalisasi museum yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency (BLU MCB/IHA) itu tidak sebatas renovasi fisik, tetapi juga peningkatan layanan pengunjung, salah satunya lewat program edukasi.
KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA

Suasana Museum Benteng Vredeburg, DI Yogyakarta, yang sedang direvitalisasi, Sabtu (27/4/2024). Proyek revitalisasi museum yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency (BLU MCB/IHA) itu tidak sebatas renovasi fisik, tetapi juga peningkatan layanan pengunjung, salah satunya lewat program edukasi.

Museum dan cagar budaya di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi belum digarap secara optimal. Dibutuhkan perubahan paradigma pengelolaan agar pendapatan tidak hanya mengandalkan penjualan tiket masuk.

Pembentukan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency (BLU MCB/IHA) membuka peluang mewujudkan pengelolaan museum dan cagar budaya berkelanjutan. Selain memberikan keleluasaan, pengelolaan praktik bisnis juga menjadi fleksibel dan diharapkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

BLU MCB/IHA akan diluncurkan di Yogyakarta, Kamis (16/5/2024) ini. Lembaga ini mengelola 18 museum dan 34 cagar budaya nasional di Tanah Air.

Baca juga: Dana Indonesiana, Jalan Menuju Kebudayaan yang Berdaya

Beberapa di antaranya adalah Museum Nasional, Galeri Nasional Indonesia, Museum Sumpah Pemuda, Museum Batik Indonesia, Museum Prasejarah Semedo Tegal, dan Museum Prasejarah Sangiran. Ada juga Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Gunung Padang, Situs Leang Timpuseng, dan Benteng Duurstede.

Salah satu sudut ruang yang menggambarkan <i>Homo erectus</i> saat berburu di Museum Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Oktober 2022.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Salah satu sudut ruang yang menggambarkan Homo erectus saat berburu di Museum Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Oktober 2022.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Hilmar Farid mengatakan, BLU MCB menjadi platform kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi museum dan cagar budaya. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan swasta, sangat memungkinkan guna menuju pengelolaan museum dan cagar budaya yang lebih baik.

”Museum perlu dilihat sebagai institusi yang mempunyai fungsi pendidikan, sosial, bahkan manfaat ekonominya juga bisa didapat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Hilmar menuturkan, pembentukan BLU MCB ingin memberi contoh pengelolaan profesional dengan manajemen keuangan yang lebih fleksibel. Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama bagi pemda yang ingin mengelola museum dengan skema BLU.

Setelah dikelola lewat BLU, potensi pemasukan menjadi lebih banyak.

Pengoptimalan pemanfaatan museum dan cagar budaya membutuhkan dukungan regulasi, salah satunya peraturan menteri keuangan terkait tarif layanan BLU MCB. Pengajuan tarif itu didasari peraturan yang sudah ada, seperti Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum dan Cagar Budaya serta Keputusan Menteri Keuangan Nomor 318 Tahun 2023 tentang Penetapan MCB sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU.

Suasana di bagian depan Museum Nasional atau dikenal juga dengan Museum Gajah di Jakarta, Minggu (17/09/2023).
KOMPAS/PRIYOMBODO (PRI)

Suasana di bagian depan Museum Nasional atau dikenal juga dengan Museum Gajah di Jakarta, Minggu (17/09/2023).

Terdapat berbagai pertimbangan dalam menetapkan tarif layanan tersebut, seperti jenis penggunaan, daya beli, minat, kebutuhan operasional, tingkat okupansi, dan fasilitas yang disediakan. Metode utama dalam merumuskan tarif dapat dilakukan dengan menghitung biaya yang timbul dari penyediaan layanan tersebut.

Tarif layanan utama berupa tiket masuk dan tiket pameran. Harga tiket bisa bervariasi, tergantung dari kategori museum dan cagar budaya. Rencana penetapan tarif ini akan menerapkan batas atas dan batas bawah serta kategorisasi pengunjung anak-anak, dewasa, dan rombongan.

Baca juga: Menyegarkan Wajah Museum dan Cagar Budaya

Iklan

Di samping tarif layanan utama, juga terdapat tarif layanan penunjang, seperti penggunaan lahan, gedung, dan bangunan; penggunaan peralatan dan mesin; penggunaan studio; dan penggunaan benda koleksi. Ada juga tarif pertunjukan; penelitian, pelatihan, lokakarya, seminar, dan konsultasi; tenaga ahli; hak atas kekayaan intelektual; serta penjualan produk sampingan.

Dengan pengoptimalan pengelolaan museum dan cagar budaya tersebut, pendapatan BLU MCB pada 2024 diproyeksikan sebesar Rp 28, 84 miliar. Sementara proyeksi pendapatan pada 2025 mencapai Rp 50,67 miliar.

Berbenah

Sejumlah museum dan cagar budaya yang dikelola BLU MCB terus berbenah. Tak hanya perbaikan bangunan, berbagai program layanan baru juga dirancang untuk meningkatkan manfaat ekonomi pelayanannya.

Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta, misalnya, direnovasi dalam proyek revitalisasi sejak awal Maret 2024. Revitalisasi yang menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar ini ditargetkan rampung pada Juni mendatang.

Baca juga: Revitalisasi “Benteng Perdamaian” dalam Koridor Pelestarian

Museum Benteng Vredeburg menempati lahan seluas sekitar 46.000 meter persegi. Lokasinya strategis karena terletak di dekat titik nol kilometer Yogyakarta dan Jalan Malioboro yang menjadi tujuan wisata utama. Museum ini menyimpan lebih dari 7.000 benda bersejarah.

Pengelolaan Museum Benteng Vredeburg juga akan mengoptimalkan fungsinya sebagai ruang publik komunal. Untuk mengakomodasi kebutuhan publik, museum akan menyediakan ruang anak, toko merchandise, tempat kerja bersama atau coworking space, dan kafe.

Murid SD Teruna Bangsa menjawab sejumlah soal saat mengunjungi acara Vredeburg Fair di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Jumat (22/9/2023).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Murid SD Teruna Bangsa menjawab sejumlah soal saat mengunjungi acara Vredeburg Fair di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Jumat (22/9/2023).

”Setelah dikelola lewat BLU, potensi pemasukan menjadi lebih banyak. Paradigma pengelolaannya berubah. Kalau dulu hanya mengandalkan pemasukan dari tiket masuk. Namun, sekarang, banyak potensi bisa dioptimalkan,” ujar Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M Rosyid Ridlo.

Rosyid menuturkan, pengunjung Museum Benteng Vredeburg pada 2023 mencapai 512.000 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan sekitar 400.000 pengunjung.

Tahun ini, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 450.000 orang karena museum sempat ditutup Maret-Mei saat direvitalisasi. Ia optimistis pengunjung tahun depan meningkat hingga mencapai 700.000 orang.

KOMPAS
Drama kolosal bertajuk Langgam Hati dari Negeri Tirai Bambu dipentaskan di Museum Sejarah Jakarta, Sabtu (16/11/2019). Acara ini sekaligus untuk mengingat peristiwa kelam pembantaian etnis Tionghoa pada tahun 1740.

Pembangunan museum juga masuk proyek revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi Agus Widiatmoko menuturkan, museum itu nantinya tidak hanya berorientasi untuk menyimpan artefak, tetapi juga memberdayakan produk budaya masyarakat setempat, seperti makanan tradisional dan produk kerajinan tangan lokal.

”Museum ini akan menjadi museum yang hidup. Di situ ada artefak yang memuat aspek arkeologi sejarah, tetapi ada juga gastronominya. Kemudian ada produk kerajinan yang memiliki filosofi budaya lokal,” katanya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso menyampaikan, transformasi pengelolaan oleh BLU diharapkan juga menjalar ke daerah-daerah. Dengan begitu, tidak terjadi ketimpangan antara museum yang dikelola BLU MCB dan yang dikelola pemda.

Suasana diskusi terbatas dengan tema &quot;Menjaga Warisan Budaya, Reimajinasi Museum dan Cagar Budaya di Indonesia&quot; yang digelar atas kerja sama harian<i> Kompas</i> dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,  dan Teknologi di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Suasana diskusi terbatas dengan tema "Menjaga Warisan Budaya, Reimajinasi Museum dan Cagar Budaya di Indonesia" yang digelar atas kerja sama harian Kompas dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

”Jangan sampai maju sendiri, yang lain tidak. Ini tentu tidak diharapkan. Paling tidak ada sinergi. Justru karena museum daerah seperti masih tertidur, mohon dibangunkan supaya mereka tahu potensi museum di daerah masing-masing,” ujarnya.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000