logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊBeban Jiwa Warga Kota
Iklan

Beban Jiwa Warga Kota

Ketidakpastian jalanan menjadi salah satu sumber stres utama warga kota. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan sistem perkotaan yang baik bisa mengurangi beban jiwa mereka sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera.

Oleh
MUCHAMAD ZAID WAHYUDI
Β· 6 menit baca
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Gambir, Jakarta, saat sejumlah ruas jalan ditutup karena unjuk rasa, Kamis (8/9/2022). Selain volume kendaraan yang terus bertambah dan mobilitas warga yang tinggi, penyebab kemacetan di Jakarta semakin kompleks. Kemacetan tidak hanya menambah polusi udara tetapi juga menyebabkan pemborosan bahan bakar.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Gambir, Jakarta, saat sejumlah ruas jalan ditutup karena unjuk rasa, Kamis (8/9/2022). Selain volume kendaraan yang terus bertambah dan mobilitas warga yang tinggi, penyebab kemacetan di Jakarta semakin kompleks. Kemacetan tidak hanya menambah polusi udara tetapi juga menyebabkan pemborosan bahan bakar.

Libur Natal dan Tahun Baru 2023 telah usai. Kehidupan Jakarta pun berangsur normal. Kemacetan dan kepadatan jalanan menjadi rutinitas yang harus dihadapi lagi. Hujan yang terus turun menambah was-was, khususnya saat jam pulang kantor. Berbagai ketidakpastian yang harus dihadapi penglaju memberi beban mental yang besar bagi warga kota.

Jakarta masih menjadi tujuan migrasi utama dari seluruh Indonesia. Banyak impian dan harapan digantung pada kota ini, Wajar jika akhirnya kepadatan penduduk Jakarta pada 2019 mencapai 118 kali dari kepadatan rata-rata nasional. Padatnya Jakarta membuat daerah penyangga harus menampung luapan penduduk yang bekerja di Jakata tapi tinggal di pinggiran.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan