logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊSaatnya Evaluasi Sekolah Aman ...
Iklan

Saatnya Evaluasi Sekolah Aman Gempa di Indonesia

Program Satuan Pendidikan Aman Gempa dinilai belum efektif, terbukti dengan banyaknya gedung sekolah yang rusak saat gempa Cianjur, menyebabkan banyak anak menjadi korban.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Situasi SDN Sukamaju I, Kampung Pangkalan, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak berat akibat gempa, Rabu (24/11/2022). Dua bangunan sekolah tersebut roboh seluruhnya ketika gempa tersebut terjadi. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi robohnya sekolah tersebut membuat 150 siswa SD tersebut kehilangan tempat bersekolah karena mengalami kerusakan total.
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Situasi SDN Sukamaju I, Kampung Pangkalan, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak berat akibat gempa, Rabu (24/11/2022). Dua bangunan sekolah tersebut roboh seluruhnya ketika gempa tersebut terjadi. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi robohnya sekolah tersebut membuat 150 siswa SD tersebut kehilangan tempat bersekolah karena mengalami kerusakan total.

Gempa M 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 menjadi pelajaran pahit tentang bahaya gempa jika terjadi pada siang hari saat jam sekolah. Hampir separuh dari korban jiwa berusia di bawah 16 tahun, sebagian ditemukan meninggal karena tertimpa bangunan sekolahnya.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Senin (5/12/2022), mengatakan, data terbaru menunjukkan, sebanyak 37.830 rumah rusak akibat gempa. Sementara korban jiwa mencapai 334 orang dan 8 orang hilang.

Editor:
ADHITYA RAMADHAN
Bagikan