logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊIndonesia Sumbang 58,2 Persen ...
Iklan

Indonesia Sumbang 58,2 Persen Perusakan Hutan Tropis akibat Pertambangan

Indonesia mengalami deforestasi hujan tropis tertinggi akibat industri pertambangan. Deforestasi ini terutama disebabkan oleh pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Wilayah Sungai Kalimantan III menunjukkan tambang batu bara ilegal yang memasuki kawasan hijau Waduk Samboja di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/10/2019) lalu. Hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal itu masih beroperasi sembunyi-sembunyi pada malam hari. Aktivitas tambang ini mengancam kualitas air Waduk Samboja yang digunakan sekitar 1.000 keluarga di tempat ibadah, sekolah, dan rumah.
SUCIPTO

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Wilayah Sungai Kalimantan III menunjukkan tambang batu bara ilegal yang memasuki kawasan hijau Waduk Samboja di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/10/2019) lalu. Hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal itu masih beroperasi sembunyi-sembunyi pada malam hari. Aktivitas tambang ini mengancam kualitas air Waduk Samboja yang digunakan sekitar 1.000 keluarga di tempat ibadah, sekolah, dan rumah.

JAKARTA, KOMPAS β€” Indonesia mengalami kerusakan hutan tropis akibat industri pertambangan paling tinggi di dunia dengan menyumbang 58,2 persen deforestasi dari 26 negara yang diteliti. Deforestasi tropis dari industri pertambangan di Indonesia ini mencapai puncaknya pada periode 2010–2014, dan berlanjut hingga hari ini.

Demikian penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PNAS pada Senin (12/9/2022) oleh Stefan Giljum dari Institute for Ecological Economics, Vienna University of Economics and Business, Austria dan tim. Kajian dilakukan terhadap 26 negara yang memiliki hutan hujan tropis.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan