logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊPenanggulangan TBC Potensial...
Iklan

Penanggulangan TBC Potensial Cegah Tengkes

Dari 824.000 orang yang diduga menderita TBC, 10 persen juga menularkan pada anak-anak serta berisiko menyebabkan gangguan tumbuh kembang. Penyakit TBC dan tengkes berhubungan dan memiliki timbal balik.

Oleh
MAWAR KUSUMA WULAN
Β· 1 menit baca
Petugas kesehatan mengarahkan tubuh narapidana dalam proses rontgen paru mereka untuk pemeriksaan TBC di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Bulu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/3/2022). Pemeriksaan bagi seluruh narapidana ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular, seperti TBC, di dalam lingkungan LP.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA (

Petugas kesehatan mengarahkan tubuh narapidana dalam proses rontgen paru mereka untuk pemeriksaan TBC di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Bulu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/3/2022). Pemeriksaan bagi seluruh narapidana ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular, seperti TBC, di dalam lingkungan LP.

JAKARTA, KOMPAS β€” Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memprioritaskan pencarian penderita TBC hingga 90 persen pada 2024. Penanggulangan TBC pada orang dewasa dan anak-anak akan berkontribusi pada upaya pencegahan stunting atau tengkes. Apalagi, dari estimasi 824.000 kasus TBC di Indonesia pada 2022, 60.676 terjadi pada anak.

”Dari 824.000 orang yang diduga menderita TBC itu, 10 persen juga menularkan pada anak-anak serta berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sri Prahastuti, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Editor:
ANITA YOSSIHARA
Bagikan