logo Kompas.id
HumanioraNasionalisme Tabrani Relevan...

Nasionalisme Tabrani Relevan Diaktualisasikan

Tabrani yang berlatar belakang jurnalis, tetap getol pada gagasannya hingga kemudian butir ketiga Sumpah Pemuda berbunyi “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Oleh
NASRULLAH NARA
· 1 menit baca
Suasana diskusi Forum Bahasa Media Massa (FBMM) di aula Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/8/2022). Dari kiri ke kanan, pembicara  TD Asmadi, moderator Rita  Sri Hastuti, serta dua pembicara lainnya yakni Priyantono Oemar, dan Hawe Setiawan.
KOMPAS/NASRULLAH NARA

Suasana diskusi Forum Bahasa Media Massa (FBMM) di aula Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/8/2022). Dari kiri ke kanan, pembicara TD Asmadi, moderator Rita Sri Hastuti, serta dua pembicara lainnya yakni Priyantono Oemar, dan Hawe Setiawan.

JAKARTA, KOMPAS — Di tengah keterbelahan masyarakat akibat perbedaaan pilihan politik dan disrupsi digital, pemikiran Mohammad Tabrani Soerjowitjirto (1904-1984) dipandang relevan untuk diaktualisasikan. Tokoh pergerakan nasional itu mencetuskan ide bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjelang Sumpah Pemuda 1928.

Meski ditentang oleh tokoh pergerakan lainnya, Tabrani yang berlatar belakang jurnalis, tetap getol pada gagasannya hingga kemudian butir ketiga sumpah pemuda berbunyi “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Editor:
Bagikan