logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊPeneliti Buktikan Emisi Karbon...
Iklan

Peneliti Buktikan Emisi Karbon Nasional Rugikan Negara Lain

Selain kerugian, penelitian ini juga menilai manfaat ekonomi yang diperoleh dari pemanasan yang disebabkan oleh emisi. Mereka menyoroti keuntungan besar yang secara tidak proporsional menguntungkan beberapa negara maju.

Oleh
ICHWAN SUSANTO
Β· 1 menit baca
Asap industri dan PLTU batubara terlihat mengepul dari pinggiran kota Sanming, Provinsi Fujian, China, Rabu (18/4/2018). Kemajuan industri dan ekonomi China banyak ditopang oleh penggunaan energi batubara, tetapi seiring dengan dampak buruk pencemaran mereka mulai menggantinya dengan energi bersih, seperti solar panel. Namun, China kini menjadi investor utama PLTU batubara di Indonesia.
KOMPAS/AHMAD ARIF

Asap industri dan PLTU batubara terlihat mengepul dari pinggiran kota Sanming, Provinsi Fujian, China, Rabu (18/4/2018). Kemajuan industri dan ekonomi China banyak ditopang oleh penggunaan energi batubara, tetapi seiring dengan dampak buruk pencemaran mereka mulai menggantinya dengan energi bersih, seperti solar panel. Namun, China kini menjadi investor utama PLTU batubara di Indonesia.

Tanggung jawab negara maju kepada negara miskin dan berkembang sebagai dampak perubahan iklim sudah terwacana sejak lama. Hal itu setidaknya tecermin pada Protokol Kyoto 1997 yang memberi penekanan tanggung jawab pada negara maju.

Dengan prinsip common but differentiated responsibilities atau tanggung jawab bersama tetapi berbeda, besaran nilai tanggung jawab saat itu seolah hanya dari kerelaan si negara maju dan keberterimaan dari negara miskin dan berkembang/terdampak. Belum ada dasar ilmiah terkait nilai tanggung jawab tersebut.

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan