logo Kompas.id
HumanioraPola Pembangunan di NTT Belum ...

Pola Pembangunan di NTT Belum Mempertimbangkan Daya Dukung Lingkungan

Realitas pola pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur nyaris tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan karena pemerintah daerah cenderung menggenjot sektor pariwisata demi mendongkrak perekonomian.

Oleh
KORNELIS KEWA AMA
· 1 menit baca
Areal pertanian di Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, baru selesai dipanen seperti terpantau pada Senin (21/6/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan ancaman kekeringan di hampir semua wilayah NTT.
KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Areal pertanian di Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, baru selesai dipanen seperti terpantau pada Senin (21/6/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan ancaman kekeringan di hampir semua wilayah NTT.

KUPANG, KOMPAS — Pola pembangunan di Nusa Tenggara Timur belakangan ini tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang ada. Daerah seperti Nusa Tenggara Timur sangat rawan bencana sehingga dibutuhkan sinergitas pentahelix mengantisipasi perubahan iklim yang belakangan ini semakin tak menentu. Mitigasi bencana terhadap warga tidak hanya dilakukan di daerah rawan bencana, tetapi ke seluruh wilayah.

Kepala Divisi Perubahan Iklim dan Kebencanaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nusa Tenggara Timur Dedi Holo di Kupang, Selasa (19/4/4/2022), mengatakan, perubahan iklim belakangan ini tidak menentu sehingga sulit diprediksi. Pemda perlu mengantisipasi kondisi ini sedini mungkin sehingga tidak hanya sekedar menunggu bencana datang kemudian membentuk tim tanggap darurat.

Editor:
AGNES BENEDIKTA SWETTA BR PANDIA
Bagikan