logo Kompas.id
HumanioraSejarah Panjang Sianida dan Sifat Racun yang Melekat

Sejarah Panjang Sianida dan Sifat Racun yang Melekat

Sianida sebagai senyawa beracun telah digunakan sebagai alat pembunuh sejak masa Perang Dunia II. Namun, efek kematian akibat sianida juga bisa dicegah jika mengetahui serangkaian tindakan pertolongan pertama.

Oleh PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA

BHS (tersangka 1) dan YL (tersangka 2) menjalani reka ulang percobaan pembunuhan terhadap VT, suami YL, menggunakan sianida, Kamis (3/10/2019), di kantor Kepolisian Sektor Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam adegan kedua belas, BHS memeragakan peracikan sianida.

Sianida telah dikenal secara luas sebagai senyawa beracun sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, senyawa yang dapat berbentuk gas, cair, dan padat ini dalam kadar tertentu dapat menyebabkan kematian bagi siapa pun yang menghirup atau menelannya. Namun, efek kematian akibat sianida juga bisa dicegah jika mengetahui serangkaian tindakan pertolongan pertama saat terjadi keracunan.

Sejumlah catatan sejarah menunjukan, sianida telah digunakan sebagai alat pembunuhan massal, upaya bunuh diri, dan senjata kimia sejak masa Perang Dunia II tahun 1940-an. Saat itu, anggota Nazi menggunakan senyawa beracun ini untuk melakukan genosida terhadap musuh-musuhnya dalam sebuah kamar gas tertutup.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Adhitya Ramadhan
Bagikan
Memuat data..