logo Kompas.id
โ€บ
Humanioraโ€บKonten Ramah Anak Belum...
Iklan

Konten Ramah Anak Belum Bertambah

Persentuhan anak dan media bisa memperluas cakrawala anak, tetapi juga berpotensi memberikan ekses negatif bagi tumbuh kembang anak. Hingga kini, konten ramah anak di media belum memadai.

Oleh
INSAN ALFAJRI/FAJAR RAMADHAN
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/jC_6cgL9P9IZVnFd_4M6HmZeKt8=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2Fa10915d0-16d1-4041-840e-28edc014af8f_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Warga mengakses laman Instagram @budayasaya yang berisi berbagai kegiatan yang disiarkan secara daring, Kamis (2/4/2020). Pertunjukan daring yang digagas Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi alternatif hiburan sekaligus media belajar selama masa tinggal di rumah, baik bagi anak maupun orangtua, seperti imbauan pemerintah guna memutus penyebaran virus korona tipe baru yang penyebab Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Kekhawatiran membayangi orangtua ketika mendapati anak bersentuhan dengan media. Meskipun sudah ada regulasi, konten di media ataupun di ruang digital masih problematik. Konten ramah anak di media pun dinilai belum memadai.

Indri Astuti (32), ibu rumah tangga asal Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, menilai, masih banyak tayangan di televisi ataupun media digital yang belum ramah anak hingga saat ini. Hal itu memaksanya untuk mengakses aplikasi televisi berlangganan, seperti Mola TV.

Editor:
agnesrita
Bagikan