logo Kompas.id
HumanioraKonflik Agraria Masih Terjadi ...
Iklan

Konflik Agraria Masih Terjadi di Tengah Pandemi Covid-19

Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Namun, di sejumlah daerah berlangsung konflik agraria yang melibatkan warga, perusahaan, dan aparat keamanan. Pemerintah pusat dan daerah diminta melindungi rakyat.

Oleh
ICHWAN SUSANTO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/I88uuluQplTgvWp32f2mniDWNus=/1024x698/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2F20190924Bah8_1569302036.jpg
Kompas

Mahasiswa dan petani yang tergabung bersama Aliansi Tani Jawa Timur berunjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di depan gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Selasa (24/9/2019). Beberapa tuntutan mereka kepada pemerintah adalah agar menyelesaikan konflik agraria di Jawa Timur, menghentikan segala upaya dan proses kriminalisasi petani, tunda pembahasan dan pengesahan RUU Pertanahan.

JAKARTA, KOMPAS – Di tengah upaya Indonesia mengatasi wabah Covid-19, konflik agraria masih saja terus terjadi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat keamanan. Di sejumlah lokasi bahkan konflik memakan korban nyawa, perusakan lumbung padi, serta dugaan kriminalisasi warga. Aparat keamanan diimbau untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang akan terkesan memanfaatkan ”ketakutan” masyarakat yang sedang mengarantina diri dalam pencegahan penularan Covid-19.

Pemerintah pusat dan daerah diminta untuk turun tangan mencegah konflik terjadi karena akan kontraproduktif dengan upaya menurunkan pandemi. “Dalam kondisi saat ini (pandemi Covid-19), wilayah-wilayah yang masih ada konflik tidak boleh ada tindakan apapun, harus status quo,” kata Sandrayati Moniaga, Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Jumat (3/4/2020) di Jakarta.

Editor:
ilhamkhoiri
Bagikan