logo Kompas.id
HukumPengawasan Lemah, Modus Suap...

Pengawasan Lemah, Modus Suap Masih Jadi Primadona di Kasus Korupsi

Praktik suap di kalangan kepala daerah dan penyelenggara negara sulit diatasi. Penangkapan Wali Kota Ambon pun hanya menambang jumlah kasus suap yang terungkap. Untuk itu, dibutuhkan pembenahan pada pengawasan internal.

Oleh
DIAN DEWI PURNAMASARI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/gK5Y16VtkMLbD4-1mvxESmulmAs=/1024x1404/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2020%2F08%2F26%2F20200826-H01-ARS-Indeks-Persepsi-Korupsi-mumed_1598459541_png.png

Infografik Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia Ucapan Presiden Joko Widodo tentang Korupsi

JAKARTA, KOMPAS — Penetapan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan orang kepercayaannya sebagai tersangka penerima suap perizinan pembangunan gerai ritel menunjukkan bahwa modus suap masih marak digunakan dalam tindak pidana korupsi. Suap menjadi modus primadona karena cara tersebut dianggap paling aman untuk menumpuk kekayaan pejabat.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan