logo Kompas.id
HukumBSSN Temukan 490 Domain...

BSSN Temukan 490 Domain Pemerintah Jadi Sasaran Pencurian Data

Sebulan terakhir BSSN menemukan ada 146 domain baru lembaga pemerintah terkena dampak pencurian data. Pencurian itu terjadi karena gawai pengguna terinfeksi ”stealer malware”. Pengguna harus waspada.

Oleh
NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR
· 1 menit baca
Suasana di Gedung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (7/3/2022). BSSN melalui National Security Operation Centre (NSOC) telah melakukan monitoring dan identifikasi serangan siber. Tercatat lebih dari 1,6 miliar (1.637.973.022) anomali trafik/serangan siber terjadi di Indonesia selama 2021.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Suasana di Gedung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (7/3/2022). BSSN melalui National Security Operation Centre (NSOC) telah melakukan monitoring dan identifikasi serangan siber. Tercatat lebih dari 1,6 miliar (1.637.973.022) anomali trafik/serangan siber terjadi di Indonesia selama 2021.

JAKARTA, KOMPAS — Setidaknya 490 domain atau situs milik Pemerintah Indonesia menjadi sasaran pencurian data. Pencurian data itu terjadi akibat perangkat pengguna yang mengakses situs pemerintah tersebut terinfeksi perangkat lunak jahat yang bertujuan mencuri informasi (stealer malware Redline). Hal ini terungkap dari data yang diunggah platform DarkTracer melalui akun Twitter-nya pada 2 Maret dan 7 April.

Pencurian data ini tengah ditelusuri Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Berdasarkan data yang diunggah DarkTracer pada 7 April, BSSN menemukan penambahan 146 domain baru dari lembaga pemerintah Indonesia yang data penggunanya dicuri dibandingkan dengan data yang diunggah pada 2 Maret.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan