logo Kompas.id
Gaya HidupPadang dan Minang Luluh dalam ...

Padang dan Minang Luluh dalam Rasa

Unsur-unsur etnis yang menjadi ciri khas asal makanan telah bergeser menjadi semacam ”brand” dengan tetap mempertahakan unsur-unsur semiotika di dalamnya.

Oleh
PUTU FAJAR ARCANA, SOELASTRI SOEKIRNO, DWI BAYU RADIUS, WISNU DEWABRATA
· 1 menit baca
Pemilik rumah makan Dapur Mamade, Nugroho F Yudho, menyiapkan nasi liwet Madura pesanan pelanggan di rumah makan Dapur Mamade, Ciledug, Kota Tangerang, Jumat (29/7/2022).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI (RAD)

Pemilik rumah makan Dapur Mamade, Nugroho F Yudho, menyiapkan nasi liwet Madura pesanan pelanggan di rumah makan Dapur Mamade, Ciledug, Kota Tangerang, Jumat (29/7/2022).

Kalau menyebut nasi Padang atau nasi liwet Madura, mulai sekarang harus hati-hati. Belum tentu yang dimaksud jenis kuliner yang mengacu pada wilayah geografis atau etnis tertentu. Sangat mungkin Padang dan Madura sudah menjadi semacam penanda merek. Itulah pekerjaan dunia semiotika yang bergerak dari ilmu linguistik sampai ke dunia kuliner hari ini.

Nasi dengan lauk tumisan bawang merah dan putih dicampur potongan cabai merah, cabai hijau, tomat, daging ayam suwir dengan sebaran kacang tanah dan teri medan goreng itu namanya nasi liwet Madura. Tampak luarnya agak-agak garang karena nasinya tersembunyi di bawah taburan rempah yang berjibun. Sepintas menu itu tampak ”mengerikan”, warnanya meriah dan berani, isi tumisannya unik karena bentuknya serba utuh atau dipotong dalam ukuran besar. Meski begitu, makanan ini memberi kenikmatan. Ada rasa gurih, agak manis, tetapi berjejak asin. Nano-nano serta enak dan crunchy di mulut.

Editor:
MARIA SUSY BERINDRA
Bagikan