logo Kompas.id
Gaya Hidup”Kami Cuma Butuh Ruang...”
Iklan

”Kami Cuma Butuh Ruang...”

Serbuan anak muda dari Citayam dan daerah lain melantai ke jantung Ibu Kota untuk mencari tempat ”nongkrong” justru ”mendiktekan” tren gaya hidup urban ala mereka.

Oleh
RIANA A IBRAHIM, ELSA EMIRIA LEBA
· 1 menit baca
Suasana di kawasan Dukuh Atas, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2022) sore, yang dipadati para remaja. Mereka datang dari sejumlah daerah dengan tampilan <i>nyentrik</i>.
KOMPAS/PRIYOMBODO

Suasana di kawasan Dukuh Atas, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2022) sore, yang dipadati para remaja. Mereka datang dari sejumlah daerah dengan tampilan nyentrik.

Nama Citayam-Bojong Gede, Jawa Barat, kini mendadak menjadi buah bibir di dunia maya dan di dunia nyata. Serbuan anak muda dari Citayam dan daerah lain melantai ke jantung Ibu Kota untuk mencari tempat nongkrong justru ”mendiktekan” tren gaya hidup urban ala mereka. Dari pakaian, perilaku, hingga deretan istilah khas.

Citayam sudah ada sejak zaman Belanda. Lokasi perkebunan dan persawahan dengan setu yang mengairi dikendalikan oleh tuan tanah Belanda kala itu. Ratusan tahun berselang diikuti revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Bogor yang melintas, kebun dan sawah bersalin rupa menjadi rumah penduduk yang sebagian tergusur dari Ibu Kota.

Editor:
PUTU FAJAR ARCANA
Bagikan