logo Kompas.id
Gaya HidupNi Nyoman Sani dan Kanvas Pembebasan Kaum Perempuan

Ni Nyoman Sani dan Kanvas Pembebasan Kaum Perempuan

Kanvas-kanvas Ni Nyoman Sani adalah forum pembebasan bagi keterbelengguan kaum perempuan.

Oleh
Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/PUTU FAJAR ARCANA

Ni Nyoman Sani

Bukan kebetulan Ni Nyoman Sani (46) lahir di pesisir Sanur. Sejak kecil ia telah mendengar cerita suka-duka dari penari dan model lukisan termasyhur Ni Nyoman Pollok (meninggal tahun 1985). Selama hidupnya, Ni Pollok mengabdikan diri tanpa syarat kepada suaminya, yang merupakan asal Belgia, Adrian Le Mayeur de Merpres (1880-1958). Agar memiliki tubuh yang langsing dan dada yang sintal, Le Mayeur melarang istrinya untuk memiliki keturunan.

Jika banyak orang mengagumi Pollok sebagai model cantik dan Le Mayeur sebagai salah satu orang yang berjasa memperkenalkan Sanur di dunia sebagai destinasi wisata, Sani berpikir secara berbeda. Ia mengakui lukisan-lukisan Le Mayeur tentang Ni Pollok telah menciptakan dan sukses sebagai seorang berkelas dunia. Pamerannya di Singapura tahun 1932 dengan Pollok sebagai model utamanya telah mencuatkan namanya di pentas seni dunia. Tetapi tak banyak yang melihat, menderitanya Ni Pollok, saat-saat dia harus dada di bawah terik matahari selama berjam-jam. Bahkan, ketika Le Mayeur secara resmi meminangnya sebagai istri, Pollok pun dilarang melahirkan anak.

Editor:
Putu Fajar Arcana
Bagikan