logo Kompas.id
Gaya HidupPejuang Gastronomi Lokal di Kompetisi Global

Pejuang Gastronomi Lokal di Kompetisi Global

Bujet tim Indonesia yang berlaga di Bocuse d\'Or sekitar Rp 600 juta. Mandif Warokka, peserta kompetisi itu, merogoh kocek pribadinya. Tiket pesawat, dapur, hotel, sampai peralatan seberat 500 kilogram harus dibawa.

Oleh
DWI BAYU RADIUS
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Chef Chris Salans menyapa para tamu yang mengikuti fine dining di Mozaic Restaurant di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (20/11/2021). Chef Chris Salans menawarkan kreasi kuliner yang disajikan tim Indonesia saat menjadi salah satu finalis dalam ajang kompetisi kuliner paling bergengsi di dunia, Bocuse Dor di Lyon, Prancis.

Kontes-kontes kuliner global kini diramaikan para juru masak Tanah Air. Pejuang-pejuang gastronomi itu berupaya mengharumkan Nusantara lewat khazanah bumbu-bumbunya meski sambutan di negeri sendiri belum tentu gegap gempita. Mereka pun menyelipkan asa untuk meraih dukungan.

Di dapur Mozaic, Ubud, Bali, Sabtu (20/11/2021), para juru masak luar biasa sibuk. Chris Salans, pemilik restoran itu, menginstruksikan untuk menambah peralatan makan. Hidangan-hidangan terlihat ditata di piring dengan cantik. Bukan sajian biasa, tetapi santapan kelas dunia.

Editor:
budisuwarna
Bagikan