logo Kompas.id
Gaya HidupBayang-bayang Pandemi di Sektor Properti 2021

Bayang-bayang Pandemi di Sektor Properti 2021

Prospek industri properti tahun depan masih dibayang-bayangi pandemi Covid-19. Namun, dua kunci utama bagi berkembangnya properti adalah kepastian kelanjutan pembangunan infrastruktur dan kebijakan moneter.

Oleh Stefanus Osa Triyatna
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/AGUS SUSANTO

Pekerja dalam proyek apartemen yang terintegrasi dengan stasiun kereta ringan (LRT) Jati Cempaka di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). Pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) kian gencar dengan menawarkan kemudahan berbagai akses dalam satu kawasan terpadu.

Perlahan tetapi pasti, berbagai adaptasi harus dilakukan industri properti sepanjang tahun 2020. Tahun yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Para pengembang pun dipaksa memaksimalkan kreativitas, baik dalam desain sesuai kebutuhan hidup sehat maupun strategi pemasaran yang menggeser cara-cara konvensional. Adaptasi dan berbagai perubahan ini tak bisa ditawar-tawar. Tak mudah menangguk keuntungan di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, mulai dari jaga jarak yang selalu diingatkan hingga kekhawatiran calon konsumen yang sangat tinggi. Sebagian besar pelaku industri properti mau tak mau bergeser ke inovasi digital. Tren ini kemungkinan berlanjut pada 2021.

Meski tahun depan akan ditandai kehadiran vaksin Covid-19, prospek industri properti tahun depan masih dibayang-bayangi pandemi berkepanjangan ini. Namun, dua kunci utama yang menentukan bagi berkembangnya properti adalah kepastian kelanjutan pembangunan infrastruktur dan kebijakan moneter pemerintah.

Editor: dahonofitrianto
Bagikan