logo Kompas.id
Gaya HidupMilitansi K-Popers di Dunia Maya, Kekuatan Besar yang Tersembunyi

Militansi K-Popers di Dunia Maya, Kekuatan Besar yang Tersembunyi

Mereka semula dianggap remeh dan menyebalkan oleh warganet. Kendati demikian, K-popers punya kekuatan untuk membangun sentimen publik.

Oleh SEKAR GANDHAWANGI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Penggemar ”boyband” Korea Selatan, Super Junior, memenuhi barisan terdepan penonton yang antusias menyaksikan upacara penutupan Asian Games 2018 melalui layar raksasa di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9/2018). Para penggemar grup musik asal Korea Selatan atau yang lebih dikenal dengan istilah K-popers kini menjadi fenomena sosial yang luar biasa. Gerakan sosial yang mereka bikin di luar hal-hal tentang idolanya dinilai sangat militan.

JAKARTA, KOMPAS — Basis penggemar K-pop sangat besar, solid, dan tersebar di penjuru dunia. Gerakan militan mereka tidak hanya menghasilkan topik populer di media sosial. Mereka punya andil besar mengangkat isu publik, seperti RUU Cipta Kerja, Black Lives Matter, hingga berhasil ”mengerjai” Donald Trump saat kampanye.

Andil besar K-popers dalam penolakan RUU ini terjadi pada 5-10 Oktober 2020. Catatan dari Drone Emprit menyatakan, mereka mengangkat sejumlah tagar, seperti #MosiTidakPercaya, #TolakOmnibusLaw, #GagalkanOmnibusLaw, dan #JegalSampaiGagal. Tagar ini menjadi topik populer internasional pada 6 Oktober 2020.

Editor: Khaerudin Khaerudin
Bagikan
Memuat data..