logo Kompas.id
Gaya HidupGawaiMedia Sosial Kian Dicengkeram ”Propaganda Komputasional”

Media Sosial Kian Dicengkeram ”Propaganda Komputasional”

Upaya pembangunan narasi sosial politik di media sosial melalui rangkaian akun palsu dan bot, baik oleh aktor negara maupun oposisi, terus berkembang meski para pemilik platform memperketat pengawasannya.

Oleh SATRIO PANGARSO WISANGGENI
· 1 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Upaya pembangunan narasi sosial politik di media sosial melalui rangkaian akun palsu dan bot, baik oleh aktor negara maupun oposisi, terus berkembang meski para pemilik platform memperketat pengawasannya. Tidak hanya terjadi di Indonesia, ini adalah fenomena global.

Pertengahan pekan lalu, Twitter membongkar sejumlah jaringan disinformasi yang terdiri dari 1.594 akun beroperasi di lima negara, yakni Iran, Arab Saudi, Kuba, Thailand, dan Rusia.

Akun-akun tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan pemerintahan masing-masing dan digunakan untuk membangun narasi propemerintah, baik untuk audiens domestik maupun menggalang dukungan dari negara tetangga.

Editor: Khaerudin Khaerudin
Bagikan
Memuat data..