logo Kompas.id
Gaya HidupKulinerKepincut Memagut Bunut

Kepincut Memagut Bunut

Di balik gurihnya semangkuk bubur ayam bunut, terekam rentang jejak kerja keras selama lebih dari empat dasawarsa. Usaha turun-temurun itu bermula dari pikulan, gerobak, hingga kini rumah makan.

Oleh DWI BAYU RADIUS
· 1 menit baca

Di balik gurihnya semangkuk bubur ayam bunut, terekam rentang jejak kerja keras selama lebih dari empat dasawarsa. Usaha turun-temurun itu bermula dari pikulan, gerobak, hingga kini rumah makan.

Plang hitam dengan tulisan Pusat Bubur Ayam Bunut berwarna merah menyambut pengunjung. Selepas gerbang, terlihat sejumlah tamu duduk dan berlesehan di rumah makan itu, Kamis (16/1/2020). Angin sepoi-sepoi pada siang yang teduh membuat tubuh rileks.

Memuat data...
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS (BAY) 12-03-2020

Pengunjung bercengkerama seusai menikmati bubur bunut.

Editor:
Bagikan
Memuat data..