logo Kompas.id
Gaya HidupNetflix: Moncer di Oscar,...
Iklan

Netflix: Moncer di Oscar, Makin Dilirik di Indonesia

Lepas dari perdebatan yang ada, Netflix adalah salah satu layanan ”over the top” yang diminati di Indonesia. Jumlah pelanggannya mencapai ratusan ribu dan diprediksi akan terus bertambah. Kontennya pun berkualitas.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DyKzKYNJOlosWdCryA1CRavd9Sg=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F01%2FSaudi-Netflix_74288294_1546497362.jpg
AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY

Dalam file foto tertanggal 19 Maret 2018 ini tampak logo aplikasi Netflix yang muncul pada iPad di Baltimore, Amerika Serikat. Di Indonesia, Netflix menjadi buah bibir. Para pengkritik layanan video streaming ini menilai, mekanisme keamanan Netflix masih kurang buat pemirsanya, sementara konten film-film yang ada di layanan ini banyak memuat adegan dewasa dan berani. Bagi pelanggan, Netflix sebenarnya sudah cukup menyediakan mekanisme pengaman, termasuk bagi pemirsa di bawah umur.

Senin (13/1/2020) sore, tagar #NetflixTidakAman menjadi topik populer di Twitter. Cuitan dengan tagar ini mencapai ribuan. Topik ini kemudian memantik diskursus di jagat maya: apakah mekanisme keamanan Netflix masih kurang? Atau, apakah yang bersangkutan belum paham mekanismenya?

Layanan over the top (OTT) Netflix dinilai ”berbahaya” bagi sejumlah pihak karena konten yang ”berani”. Adegan dewasa disiarkan tanpa sensor. Konten yang bercerita tentang lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT)—yang dinilai sebagai isu tabu di Indonesia—pun bisa diakses.

Editor:
khaerudin
Bagikan