logo Kompas.id
Gaya HidupBerbagi Filosofi Kopi Nusantara di Atas Kereta

Berbagi Filosofi Kopi Nusantara di Atas Kereta

Seteguk kopi fermentasi tiga bulan segera menambah hangat tubuh yang terserang kantuk pada pagi yang cerah di Stasiun Surabaya Pasar Turi Selasa 301 Ingin berlama-lama menikmati dan menggali cerita tentang kopi nikmat dan tidak pahit itu tetapi KA Argo Bromo Anggrek tujuan akhir Stasiun Gambir

Oleh Ambrosius Harto Manumoyoso
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Ambrosius Harto

Suasana pelaksanaan program Ngopi Bareng KAI di Stasiun Surabaya Pasar Turi. Kopi Nusantara sebanyak 50.000 gelas diberikan secara cuma-cuma kepada penumpang KA yang telah memiliki aplikasi KAI Access pada telepon genggam. Program dilaksanakan di 13 stasiun dan sejumlah KA keberangkatan yang melibatkan 200 barista atau peracik kopi.

Seteguk kopi fermentasi tiga bulan segera menambah hangat tubuh yang terserang kantuk pada pagi yang cerah di Stasiun Surabaya Pasar Turi, Selasa (30/1). Ingin berlama-lama menikmati dan menggali cerita tentang kopi nikmat dan tidak pahit itu, tetapi KA Argo Bromo Anggrek tujuan akhir Stasiun Gambir Jakarta segera berangkat. Cerita terpaksa ditunda.

Seteguk kopi dari sloki pemberian Fadil Hamerang, anak muda yang sedang mengembangkan usaha kopi di Jawa Barat, itu tetap terngiang saat mencoba menikmati perjalanan menuju Ibu Kota dalam kecepatan 80-90 km per jam. Di kabin eksekutif yang mewah, resik, dan amat sejuk itu ternyata sulit mengusir kebosanan. Padahal, perjalanan baru satu jam dari sembilan jam menurut jadwal.

Editor:
Bagikan
Memuat data..