logo Kompas.id
Gaya HidupKulinerKolaborasi Pangan Lokal dengan Hidangan Kue Tradisional

Kolaborasi Pangan Lokal dengan Hidangan Kue Tradisional

Pangan lokal yang aslinya dari umbi-umbian dan lain-lain sudah sejak lama digali sebagai pangan untuk variasi sumber karbohidrat dalam meningkatkan jumlah pangan kita Sejak tahun 2000 oleh para pakar pangan bahan lokal dibentuk dalam aneka jenis tepung-tepungan supaya tahan lama Sosialisasinya

Oleh TUTI SOENARDI
· 3 menit baca

Pangan lokal yang aslinya dari umbi-umbian dan lain-lain sudah sejak lama digali sebagai pangan untuk variasi sumber karbohidrat dalam meningkatkan jumlah pangan kita. Sejak tahun 2000, oleh para pakar pangan, bahan lokal dibentuk dalam aneka jenis tepung-tepungan supaya tahan lama. Sosialisasinya tentu sudah lama dilakukan untuk dapat diterima masyarakat.Disadari, kenyataan tidak seindah yang direncanakan. Namun, kita harus tetap memanfaatkan pangan tersebut agar bisa diterima menjadi variasi. Salah satu cara ialah dengan membuat kolaborasi dalam resep hidangan yang ada supaya tidak mengubah selera dan teksturnya, yaitu mencampur bahan pangan lokal ke dalam resep dalam jumlah kecil. Jika berhasil tentu bisa masuk ke semua jenis hidangan yang sesuai. Kandungan gizi yang tinggi serat sangat baik untuk kesehatan karena serat tinggi bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyakit tertentu.1. ONDE-ONDE TEPUNG GANYONG ISI KACANG IJO Untuk: 10 buah1 buah: 135 kaloriBahan kulit:. 50 gr kentang rebus dihaluskan. 100 gr tepung ketan. 50 gr tepung ganyong. 125 ml air hangat. 50 gr gula halus. ½ sdt garam. Wijen secukupnya. Minyak untuk menggorengBahan isi:. 100 gr kacang hijau kupas, dicuci bersih, direndam air minimal empat jam. 100 gr gula pasir. 50 ml santan kental. ½ sdt garam . 2 lbr daun pandanCara membuat:1. Isi:. Kacang hijau kupas yang sudah direndam ditiriskan, dikukus hingga lunak, lalu diblender dengan santan hingga halus, kemudian tuang dalam panci.. Masukkan gula, garam, dan daun pandan, lalu masak sambil diaduk sampai adonan agak kering dan dapat dibentuk bulat-bulat (seperti kelereng), angkat.2. Kulit:Campur semua bahan kulit, beri air hangat, aduk rata hingga bisa dibentuk.3. Adonan kulit dibagi jadi sepuluh bagian, dibentuk bulat kemudian diisi dengan adonan isi, bentuk bulat kembali.4. Lalu celupkan ke dalam air supaya wijen melekat, gulingkan di atas wijen hingga rata, kemudian goreng dengan api sedang sampai warna kecoklatan, angkat.5. Hidangkan.2. TALAM EBIUntuk: 15 buah1 buah: 101 kalori Bahan I:. 100 gr tepung beras. 300 ml air mendidih. 50 gr gula pasir. 25 gr tepung tapioka. 50 gr tepung sukun. 250 ml santan encer. ¼ sdt garamBahan II:. 50 ml air. 3 sdm tepung beras. 2 sdm tepung tapioka . 25 gr gula pasir. 200 ml santan kentalBahan taburan ebi:. 50 gr ebi, rendam, tiriskan. 3 sdt irisan bawang putih. 1 sdt irisan kencur. 2 lbr daun jeruk. 1 sdm irisan cabai merah keriting. 1 sdt gula pasir Cara membuat:1. Adonan I (dari bahan I):Seduh tepung beras dengan air mendidih, lalu campur tepung tapioka, tepung sukun, gula, garam, dan santan, aduk hingga rata lalu saring.Tuang ke dalam mangkuk kecil, kukus selama 10 menit.2. Adonan II (dari bahan II):Air dimasak sampai mendidih, lalu tuang ke tepung beras, aduk rata, angkat, dinginkan sebentar. Kemudian campur dengan tepung tapioka, gula, dan santan, aduk sampai rata, setelah itu saring, sisihkan.3. Taburan ebi: Campur dan blender semua bahan, lalu sangrai sampai kering, sisihkan4. Setelah adonan I matang, tuang adonan II di atasnya, kemudian kukus selama 10 menit, angkat. Jika sudah dingin keluarkan dari cetakan dan beri taburan ebi.5. Hidangkan.

Editor:
Bagikan
Memuat data..