FotografiFoto CeritaNapas Kedua Pasar Tunjungan
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Napas Kedua Pasar Tunjungan

Sedikitnya 26 gerai yang dikelola generasi muda berupaya menghidupkan Pasar Tunjungan, Surabaya, yang lama mati suri.

Oleh
BAHANA PATRIA GUPTA
· 2 menit baca

Berada di salah satu pusat ekonomi ternyata tidak menjamin sebuah pasar hidup dan eksis di pesatnya perkembangan kota. Kondisi tersebut juga terjadi di Pasar Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Pasar tersebut telah berdiri sejak zaman Belanda. Pasar itu kemudian harus menyerah pada kenyataan bahwa pola belanja kebutuhan sehari-hari warga telah berubah. Sudah beberapa tahun terakhir Pasar Tunjungan mangkrak dan hanya menyisakan jejak kios-kios yang ditinggalkan penyewa.

Wajah muram Pasar Tunjungan sudah tampak dari Jalan Embong Malang, gerbang depannya. Papan reklame yang dulu penuh dengan iklan-iklan produk kini tampak kosong melompong dan menyisakan lempengan logam yang berkarat. Besi-besi siku saling menyilang menyiratkan zaman yang telah berubah dan jauh meninggalkan pasar.

Tampak Muka
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Tampak Muka

Memuat data...
Memuat data...
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000