FotografiFoto CeritaParalimpiade Tokyo 2020,...
AP PHOTO/EMILIO MORENATTI
Bebas Akses

Paralimpiade Tokyo 2020, Panggung Manusia-manusia Hebat

Gelaran Paralimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang pembuktian manusia-manusia hebat. Manusia-manusia yang memiliki keterbatasan, tetapi berprestasi setinggi langit.

Oleh
HERU SRI KUMORO
· 2 menit baca

Gelaran Paralimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang pembuktian manusia-manusia hebat. Manusia-manusia yang memiliki keterbatasan, tetapi bisa berprestasi setinggi langit. Mereka manusia-manusia yang tidak mau kalah dan menyerah dengan keterbatasan yang mereka miliki.

Saat kedua tangan tidak bisa memegang gagang bet, atlet tenis meja Mesir, Ibrahim Elhusseiny Hamadtou, menggunakan gigi dan mulutnya. Aksinya ini seperti kejadian dalam dunia film, fiksi, maupun cerita dongeng.

Cerita kegigihan insan manusia juga ditunjukkan atlet renang asal Brasil, Talisson Henrique Glock. Kehilangan tangan dan kaki kiri tidak menghalanginya untuk menaklukkan arena renang. Glock tampil pada partai final nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putra SM6 di Tokyo Aquatics Center.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/XoFw0u_LaguDNMub6MKyGVUh0gY=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fcaa2806e-b670-4b25-9cbd-9bfbb5215060_jpg.jpg
AFP/YASUYOSHI CHIBA

Ibrahim Elhusseiny Hamadtou menggunakan gigi untuk memegang gagang bet.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/zEEL3JAHpuh1tDv-b5fqm3No660=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fce583b01-94f9-4f29-910c-d53f76936cab_jpg.jpg
AFP/JOEL MARKLUND/OIS/IOC

Aksi Talisson Henrique Glock

Masih dari arena renang, atlet para-renang Turki, Bytullah Eroglu, berjuang di nomor kupu-kupu 50 meter putra tanpa memiliki kedua tangan. Untuk memasang maupun melepas kacamata renangnya, Eroglu menggunakan kedua kakinya.

Begitu juga dengan perenang China, Daomin Liu, yang berlomba di nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putri SM6. Kehilangan kedua tangan tetap membuatnya lincah menyelesaikan lomba. Kolam renang, yang bagi sebagian orang menjadi tempat menakutkan, menjadi medan pertunjukan kekuatan mereka. Kelas SM6 meliputi disabilitas kekerdilan, kerusakan atau kehilangan anggota tubuh penting, termasuk juga penyandang cerebral palsy, amputasi, dan tubuh kerdil.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DD6EKBexORCUUkzlw5bQpFzcxWw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fff1432b7-ede2-4b52-acd5-5704d60708a5_jpg.jpg
AFP/BEHROUZ MEHRI

Bytullah Eroglu melepas kacamata menggunakan kaki.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/V3hfqP6hMPRLbHxlXThvAH-JKMc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F2a2e2915-41c6-4c57-a320-840e527e0d51_jpg.jpg
AP PHOTO/EMILIO MORENATTI

Aksi Daomin Liu

Di arena atletik, sejumlah rekor Paralimpiade maupun rekor dunia terpecahkan. Sebut saja yang dilakukan pelari China, Xia Zhou. Berlomba di nomor 100 meter T35, ia memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13 detik. T35 untuk orang yang memiliki gangguan koordinasi seperti hipertoniaataxia dan atetosis.

Masih di ajang lari, para penyandang tunanetra (T11) juga menunjukkan kecepatan mereka dalam menaklukkan lintasan. Mereka berlari dengan didampingi pemandu yang terhubungkan dengan tali ke tangan.

Paralimpiade Tokyo 2020 benar-benar menjadi panggung bagi Paralimpian. Panggung mereka untuk terbang mencapai segala yang mereka impikan. Terbang seolah-olah mereka memiliki sayap sebagaimana konsep dalam pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, ”Kami Memiliki Sayap”.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DUwD3Yh0I-lKVhGaxGSVy8kyNok=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fd2415359-2278-45d2-a775-ca55bebcc2d0_jpg.jpg
AP/JOEL MARKLUND FOR OIS

Xia Zhou dari China memecahkan rekor dunia.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/xk_pAQW9EKqVJZR-HFS1IAO7Gt4=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fc20c2f17-a1ad-4c56-8654-65b265bacbd8_jpg.jpg
AP PHOTO/EMILIO MORENATTI

Berlari dengan Kecepatan Tinggi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/dz0E6Or6eOFaQalaIY2EdjmZohM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F614cf429-2e88-45c2-800a-1a94d6bd87d3_jpg.jpg
AP PHOTO/EUGENE HOSHIKO

Tali Pendamping

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/FIFzb7ayorw7H7Xu7a53bQI6LLQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F26276183-6560-4d28-8cfb-bf749ed490d7_jpg.jpg
AP PHOTO/EUGENE HOSHIKO

Bersiap di garis start

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/or_B7ZC9Aaudf0tn3CryoSnkSE8=/1024x742/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F0e6ab0ce-9d0a-4eed-9bbd-a9bd3f114e90_jpg.jpg
AFP/JOEL MARKLUND/OIS/IOC

Belen Montserrat Sanchez Dominguez melempar cakram.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/gxPgRb7zlyu6zDgwouqyaVCsTJM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F1078486e-fa25-421a-82b0-7f3a4d79848d_jpg.jpg
AP PHOTO/EMILIO MORENATTI

Selebrasi Silvania Costa de Oliveira setelah memenangi nomor lompat jauh.

Memuat data...
Memuat data...