FotografiFoto CeritaBergelut dengan Lumpur di TPU ...
UNDEFINED
Bebas Akses

Bergelut dengan Lumpur di TPU Rorotan

Perjuangan palang hitam memakamkan jenazah Covid-19 saat hujan mengguyur di TPU Rorotan.

Oleh
AGUS SUSANTO
· 3 menit baca

Awan gelap sudah menggelayut dari kejauhan meski baru pukul 08.00 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (14/2/2022). Pemakaman dengan protokol Covid-19 belum berlangsung, hanya enam alat berat dan truk dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang terus bekerja. Meratakan tanah dan menimbun lokasi yang dipadatkan untuk pematangan lahan makam baru. TPU Rorotan dibuka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 26 Maret 2021 dan memiliki total luas 25 hektar.

Pematangan lahan
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pematangan lahan

Merapikan lubang
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Merapikan lubang

Dua alat berat lain yang berukuran lebih kecil bertugas mengeruk lubang makam baru. Satu di blok makam Syuhada dan satu lagi di blok makam Santo Yosef. Operator alat berat mengatakan, minimal harus ada enam stok lubang makam, kalau terlalu banyak nanti juga repot karena akan terisi air hujan dan harus di sedot kembali. Seorang pekerja lain melanjutkan merapikan makam dengan cangkul, mengukur kedalaman dan panjang makam sesuai satu dengan yang lain.

Hujan deras
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Hujan deras

Menunggu kedatangan jenazah
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Menunggu kedatangan jenazah

Gerimis perlahan merata di seluruh areal pemakaman pada pukul 09.00. Sebuah ambulans yang pertama membawa jenazah pasien Covid-19 tiba. Junaedi, petugas pengamanan dalam (pamdal), mengarahkan ambulans untuk berhenti dan membalikkan kendaraan.

Melewati genangan
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Melewati genangan

Membawa papan nama
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Membawa papan nama

Hujan dan lumpur tebal tak memungkinkan ambulans mendekat ke liang lahat. Padahal, jaraknya lumayan jauh, yakni 100-200 meter, untuk diangkut dengan ditandu berjalan kaki. Empat petugas palang hitam dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara datang bergegas. Mengenakan pakaian hazmat, mereka membawa batang bambu dan tali tambang. Jenazah segera diturunkan dari ambulans dan diangkut menembus hujan deras dan lumpur tebal.

Hujan deras mengguyur
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Hujan deras mengguyur

Lumpur tebal
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Lumpur tebal

Hingga pukul 12.00 sudah ada tujuh ambulans datang membawa jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan. Dua kali hujan deras yang mengguyur dan gerimis yang bertahan lama membuat sebagian jalan tanah terendam air dan lumpur makin lengket di alas kaki.

Menuju lubang makam
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Menuju lubang makam

Berhati-hati
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Berhati-hati

Sejumlah petugas palang hitam mengatakan, jika hujan deras, kerja harus ekstra keras. Selain jalan tanah lebih licin, lumpur serta tanah liatnya menempel kuat di sepatu sehingga berjalan terasa lebih berat. Sejumlah peziarah yang mengantar anggota keluarganya juga memilih melepas sepatu untuk mencapai liang lahat.

Dalam seminggu terakhir rata-rata tiap hari ada 10 pemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Rorotan. Angkanya memang tidak sebanyak waktu terjadi gelombang Covid-19 varian Delta pertengahan tahun lalu

Menurunkan peti jenazah
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Menurunkan peti jenazah

Tali tambang dan bunga
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Tali tambang dan bunga

Pematangan lahan
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pematangan lahan

Kematian harian akibat infeksi Covid-19 di Indonesia dalam empat hari terakhir menembus angka 100 kasus. Pada Senin (14/2/2022) tercatat 145 kasus kematian dan merupakan penambahan tertinggi sejak akhir September tahun lalu. Kematian akibat Covid-19 itu juga tercatat tertinggi selama gelombang varian Omicron di Indonesia yang diidentifikasi pemerintah pada 15 Desember 2021.

Penambahan korban jiwa paling banyak dilaporkan di DKI Jakarta dengan 53 orang, diikuti Jawa Tengah 22 orang, Jawa Timur 21 orang, Bali 20 orang, Banten 7 orang, Jawa Barat 5 orang, dan sisanya tersebar di sejumlah daerah lain.

Peziarah melepas sepatu
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Peziarah melepas sepatu

Sepatu penuh lumpur
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Sepatu penuh lumpur

Epidemiolog Indonesia di Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengkhawatirkan peningkatan jumlah kematian karena Covid-19 di Indonesia. ”Tingkat kematian yang meningkat menandai penularan sudah sampai ke kelompok rentan,” ujarnya.

Kelompok rentan ini meliputi mereka yang belum divaksinasi, termasuk anak-anak yang belum masuk umur untuk divaksinasi, kelompok lanjut usia, dan mereka yang punya komorbid. Omicron bisa memicu keparahan sebagaimana varian sebelumnya. ”Yang membedakan terutama apakah kita sudah divaksin atau tidak,” ungkapnya (Kompas, 15 Februari 2022).

Meski jumlah kematian akibat Covid-19 tidak sebanyak galur Delta, infeksi Covid-19 varian Omicron ini ada dan nyata.

Memuat data...
Memuat data...