logo Kompas.id
APBN Transisi Disusun, Ruang...
Iklan

APBN Transisi Disusun, Ruang Fiskal Rezim Baru Bisa Lebih Sempit

Prabowo-Gibran akan ikut memberi masukan. Kebijakan ekonomi disebut-sebut akan banyak mengandung stimulus Keynesian.

Oleh
AGNES THEODORA
· 4 menit baca
Kemacetan di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/12/2023). Konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah pada akhir tahun menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 yang diprediksi tumbuh di kisaran 5 persen.
KOMPAS/PRIYOMBODO

Kemacetan di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/12/2023). Konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah pada akhir tahun menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 yang diprediksi tumbuh di kisaran 5 persen.

JAKARTA, KOMPAS — Di ujung masa jabatannya, pemerintahan Joko Widodo mulai menyusun kerangka awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2025 yang kelak akan dijalankan oleh rezim berikutnya. Kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh ketidakpastian berpotensi mempersempit ruang kas negara tahun depan.

Tahap awal penyusunan RAPBN 2025 itu sudah dibahas Kementerian Keuangan sejak Senin (12/2/2024) atau dua hari sebelum pemungutan suara Pemilu 2024. Langkahnya dimulai dengan merancang dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang nantinya menjadi landasan dalam penyusunan RAPBN 2025.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000