logo Kompas.id
EkonomiSaham Tambang Melambung...
Iklan

Saham Tambang Melambung Pascakerusuhan di Kaledonia Baru

Kenaikan harga nikel saat protes warga di Kaledonia Baru menguntungkan saham tambang di Bursa Efek Indonesia.

Oleh
ERIKA KURNIA
· 3 menit baca
Orang-orang mengantre untuk membeli perbekalan dari toserba di sepanjang jalan yang ditutup oleh puing-puing dan barang-barang yang terbakar menyusul kerusuhan semalam di distrik Magenta di Noumea, wilayah Pasifik Perancis di Kaledonia Baru, pada 18 Mei 2024.
AFP/DELPHINE MAYEUR

Orang-orang mengantre untuk membeli perbekalan dari toserba di sepanjang jalan yang ditutup oleh puing-puing dan barang-barang yang terbakar menyusul kerusuhan semalam di distrik Magenta di Noumea, wilayah Pasifik Perancis di Kaledonia Baru, pada 18 Mei 2024.

JAKARTA, KOMPAS — Harga saham tambang di Bursa Efek Indonesia terkerek naik menyusul kenaikan harga komoditas tambang. Situasi ini dipicu adanya risiko gangguan pasokan global menyusul protes warga terhadap Pemerintah Perancis di wilayah koloni penghasil nikel, Kaledonia Baru, pekan lalu.

Mengutip Trading Economics, Senin (20/5/2024) pukul 12.00 WIB, harga nikel berada di posisi 21.137 dollar AS per ton, naik 5,4 persen dalam rentang sehari sehingga mencapai level sama pada September 2023. Sejak awal 2024, kenaikan harga nikel dunia telah mencapai 29 persen.

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000