logo Kompas.id
EkonomiDinamika Geopolitik dan...
Iklan

Dinamika Geopolitik dan Perubahan Iklim Diantisipasi, Impor Beras Diproses

Antisipasi perubahan iklim, penanaman padi dipercepat. Impor beras juga dilakukan. Bansos dilanjutkan.

Oleh
NINA SUSILO
· 4 menit baca
Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). Presiden meminta para menteri serta kepala lembaga untuk mewaspadai kondisi geopolitik serta segera memulai realisasi anggaran.
NINA SUSILO

Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). Presiden meminta para menteri serta kepala lembaga untuk mewaspadai kondisi geopolitik serta segera memulai realisasi anggaran.

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan kepala lembaga mengantisipasi berbagai dinamika geopolitik global dan kondisi ekonomi yang tak pasti. Perubahan iklim yang bisa mengganggu musim tanam dan panen raya juga perlu diperhitungkan.

Presiden menyampaikan hal itu dalam Sidang Kabinet Paripurna pertama di tahun 2024 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). Presiden mengingatkan kondisi 2024 juga perlu dijaga karena di dalam negeri juga akan diselenggarakan pemilu serentak Februari ini. Selain itu, Ramadhan dan Idul Fitri pada Maret dan April juga perlu disiapkan.

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

Ketersediaan cadangan pangan juga perlu dikalkulasi dengan cermat. ”Perlunya kita waspada terhadap perubahan iklim yang kemungkinan bisa mengganggu musim tanam dan panen raya yang telah direncanakan sehingga hitung-hitungan mengenai kondisi aman, cadangan strategis pangan kita betul-betul harus dikalkulasi dengan baik,” tutur Presiden dalam pengantar Sidang Kabinet.

Hadir dalam Sidang Kabinet, antara lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, juga Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Beberapa menteri yang absen, antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Presiden juga menambahkan, stok pangan perlu terus dijaga, baik kestabilan harga maupun ketersediaannya. ”Jangan sampai terjadi kelangkaan dan kenaikan harga sehingga sekali lagi ini perlu betul-betul dipantau di setiap kabupaten, di setiap provinsi agar stok yang ada bisa kita jaga dan harganya terjangkau masyarakat, juga mengenai BBM dan gas yang harus selalu tersedia,” tambahnya.

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). Ini sidang kabinet pertama di tahun 2024, para menteri, termasuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua dari kanan), saling menyapa dan mengucap Selamat Tahun Baru.
NINA SUSILO

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). Ini sidang kabinet pertama di tahun 2024, para menteri, termasuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua dari kanan), saling menyapa dan mengucap Selamat Tahun Baru.

Terkait bantuan sosial, Presiden meminta supaya dilanjutkan sembari dipantau ketepatannya pada sasaran. Sejauh ini, pemerintah mengalokasikan Rp 496,8 triliun untuk bansos di tahun 2024. Alokasi ini untuk program-program seperti Program Keluarga Harapan, bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP), bantuan langsung tunai (BLT) El Nino, bantuan stunting (tengkes), dan lainnya.

Baca juga: Wapres: Meneruskan Bansos Berarti Melestarikan Kemiskinan

Di awal tahun ini, Presiden juga sekaligus mengingatkan semua kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi belanja, baik itu APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten/kota.

Percepat tanam

Seusai Sidang Kabinet, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, El Nino memang membuat jadwal penanaman mundur. Namun, kini diperlukan percepatan tanam. ”Kemarin itu, Desember Alhamdulillah dapat 1,5 juta hektar. Itu sudah di atas standar, artinya panen di April itu aman,” ujarnya. Dari lahan itu, diperkirakan panen 3,5 juta ton, sedangkan kebutuhan per bulan 2,5 juta ton.

Iklan

Adapun Januari, ditargetkan 1,7 hektar lahan ditanami dan Februari juga masih akan dikejar penanaman lahannya. Amran pun mengklaim persediaan pangan akan aman.

”Intinya kalau ingin aman, pangan 3 bulan ke depan tidak boleh tanam di bawah 1 juta per bulan. Dulu yang terjadi waktu El Nino tanam itu hanya sebelumnya hanya 500.000 hektar, separuh aja yang berhasil,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbincang sebelum Sidang Kabinet Paripurna dimulai, Selasa (9/1/2024) di Istana Negara, Jakarta.
NINA SUSILO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbincang sebelum Sidang Kabinet Paripurna dimulai, Selasa (9/1/2024) di Istana Negara, Jakarta.

Kendati mengklaim produksi beras aman, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tahun 2024 sedang diproses impor 2 juta ton beras. Ini menyusul impor beras tahun 2023 dengan 3,5 juta ton. Karena itu, Airlangga menilai persediaan cadangan pangan akan memadai.

”Tahun lalu kita sudah impor sekitar 3,5 (juta ton). Tahun ini 2 juta sedang berproses. Ini kita siapkan 3 juta, cukup cukup,” kata Airlangga.

Impor beras tahun 2024 sudah disetujui tahun lalu. Terkait anggarannya, Airlangga tak menjawab detail. ”Ya, itu kira-kira, itu, kan, tergantung realisasi harga beras per tonnya berapa,” ujarnya.

Beras impor ini tahun lalu tiba di Indonesia 3,6 juta ton, sedangkan tahun 2024 sebanyak 3 juta ton. Namun, stok dari beras impor ini tidak semua tiba di bulan Juli, tapi bergantung musim tanam. ”Jadi, diharapkan stok itu masuk, sekarang sampai Maret diharapkan bisa masuk, sisanya kita lihat lagi kuartal per kuartal,” tambahnya.

Adapun Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, akan mempersiapkan bantuan pangan yang diminta Presiden untuk dilanjutkan. Sebab, katanya, panen akan bergeser Mei dan Juni.

Dia membantah bahwa bansos dipolitisasi. Adapun, dalam pembagian bantuan pangan oleh Presiden Jokowi di Provinsi Banten, Senin (8/1/2024), banyak baliho bergambar pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Arief mengatakan, negara akan hadir siapa pun pemimpinnya untuk masyarakat.

”Ini murni untuk masyarakat dan bukan jelang pemilu saja. Dari tahun kemarin, dari dulu, zaman dulu, bansos itu, kan, bantuan pangan,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog GBB Umbul Tengah, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (8/1/2024).
BPMI SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog GBB Umbul Tengah, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (8/1/2024).

Koordinator Staf Khusus Presiden Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana menambahkan, baliho pasangan capres-cawapres ada di luar lokasi acara Presiden. ”Setelah selesai acara Bapak seperti biasa 'kan menemui warga yang berkumpul di depan, di luar acara di jalan. Kita tahu bahwa di luar acara pasti banyak spanduk sehingga ketangkap kamera, tapi sebenarnya itu berada di luar acara,” tuturnya.

Ari memastikan di lokasi acara tak ada alat peraga kampanye capres-cawapres. Namun, di luar lokasi acara diakui banyak alat peraga kampanye.

Kepala Staf Presiden Moeldoko juga menepis kesengajaan adanya baliho Prabowo-Gibran dalam pembagian bansos oleh Presiden Jokowi. ”Kalau itu yang melakukan bukan unsur negara, sulit ya. Kalau itu dilakukan oleh sukarelawan, kita tidak bisa kontrol. Jadi yang penting dilihat siapa yang melakukan. Sepanjang itu tidak dilakukan aparat negara, itu sulit dikontrol. Tapi kalau aparat negara yang melakukan, itu perlu dievaluasi,” tambahnya.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000