logo Kompas.id
EkonomiGelar Tikar Bangun Ketahanan...
Iklan

Gelar Tikar Bangun Ketahanan Pangan Bersama

Masyarakat Fakfak mendukung pembangunan pabrik Pupuk Kaltim dengan catatan perlu ada lowongan kerja untuk masyarakat. Termasuk dukungan terhadap kehidupan ke depannya, termasuk konservasi alam.

Oleh
EDNA CAROLINE PATTISINA
· 6 menit baca
Rahmad Pribadi, yang ketika itu Direktur Pupuk Kaltim Timur (PKT), mendengar pernyataan kapitan yang merupakan salah satu bagian dari masyarakat adat Mbaham Matta usai tradisi Gelar Tikar, Jumat (14/7/2023) di Fakfak, Papua Barat.
ALDI

Rahmad Pribadi, yang ketika itu Direktur Pupuk Kaltim Timur (PKT), mendengar pernyataan kapitan yang merupakan salah satu bagian dari masyarakat adat Mbaham Matta usai tradisi Gelar Tikar, Jumat (14/7/2023) di Fakfak, Papua Barat.

Perkembangan dunia terkini menunjukkan semakin pentingnya aspek ketahanan pangan. Bangsa-bangsa di seluruh dunia kian protektif menjaga kesinambungan ketersediaan pangannya. Naiknya harga bahan makanan di berbagai penjuru dunia menjadi efeknya. Dalam konteks inilah Pupuk Kalimantan Timur (PKT), sebagai salah satu BUMN, berencana untuk menambah produksi pupuk di Indonesia.

Kabupaten Fakfak, Papua Barat kemudian dipilih menjadi lokasi. Tidak hanya karena tersedia sumber daya alam, tetapi juga untuk pemerataan ekonomi di Indonesia bagian timur. Rahmad Pribadi, yang pada saat diwawancarai pada pertengahan Juli 2023 masih menjadi Direktur Utama PKT mengatakan, dari total kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6 juta ton per tahun, PKT memproduksi 3,2 juta ton urea dan akan menambah produksi 1,1 juta ton. “Pupuk untuk Indonesia timur bisa dicukupi nantinya dengan PKT,” kata Rahmad.

Namun, untuk melapangkan jalan PKT dalam membangun pabrik baru, dukungan masyarakat Fakfak sangat penting. Hal ini juga yang menjadi catatan utama Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat mendengar pemaparan Bupati Fakfak Untung Tamsil di Taman Ruang Terbuka Hijau Fakfak, Jumat (14/7/2023).

Ma'ruf Amin mengingatkan, rencana investasi perlu disertai pendekatan yang baik kepada masyarakat. Ketika pendekatan berjalan baik, pembangunan niscaya berlangsung lancar. "Ujung-ujungnya bagaimana cara kita melakukan pendekatan," ujarnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berdialog dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (14/7/2023).  .
KOMPAS/NINA SUSILO

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berdialog dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (14/7/2023). .

Di atas kertas, kehadiran PKT di Fakfak tentunya akan meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD). Namun yang terpenting adalah mendapatkan hati dan pikiran masyarakat, agar semua berjalan lancar. Hal ini rupanya telah menjadi komitmen PKT.

Dalam upacara Gelar Tikar yang diadakan Jumat (14/7/2023) di Fakfak, pemerintah pusat yang diwakili Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Dirut PKT Rahmad Pribadi (kini Dirut Pupuk Indonesia) telah berdialog dengan masyarakat Fakfak sebagai awal sosialisasi kehadiran PKT di Fakfak.

Mereka telah duduk bersama, berdiskusi dan mencurahkan isi hati. Mereka membahas berbagai uneg-uneg dan menceritakan keinginan masing-masing.

Gelar Tikar juga bukan proses instan atau sekedar formalitas.

Suku Mbaham Matta misalnya, memiliki budaya dan struktur masyarakat yang khas, hasil dari ratusan tahun evolusi terhadap perkembangan internal dan eksternal. Semua bagian dari struktur itu perlu didekati hati dan pikirannya.

Gelar Tikar juga bukan proses instan atau sekedar formalitas. Antropolog Fakfak Ronald Helweldery mengatakan, untuk mencapai kesepakatan, upacara gelar tikar bisa dilakukan berkali-kali dan berhari-hari. Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah dan PKT dalam memulai proyek pembangunan pabrik dengan proses kultural.

Menurutnya, biasanya semua pihak akan secara bergiliran mengemukakan kepentingan dan keinginannya. Terjadi diskusi atau wewowo yang menuju kata sepakat yang bisa diterima semua pihak. “Ini prosesnya panjang. Tapi proses untuk pembangunan proyek PKT ini, menurut saya, perlu jadi contoh dan pelajaran bagi proyek-proyek lain,” kata Ronald.

Tugu Satu Tungku Tiga Batu, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (24/5/2023). Kabupaten Fakfak dikenal dengan filosofi satu tungku tiga batu. Filosofi tersebut menjadi panduan masyarakat di Fakfak yang beragam keyakinan walau dalam satu keluarga atau marga untuk tetap hidup harmonis dan penuh toleransi.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Tugu Satu Tungku Tiga Batu, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (24/5/2023). Kabupaten Fakfak dikenal dengan filosofi satu tungku tiga batu. Filosofi tersebut menjadi panduan masyarakat di Fakfak yang beragam keyakinan walau dalam satu keluarga atau marga untuk tetap hidup harmonis dan penuh toleransi.

Ia mengatakan, Gelar Tikar merupakan acara adat yang sarat dengan kepercayaan masyarakat. Proses itu penuh dengan prosesi yang sakral. Pada dasarnya, masyarakat Mbaham Matta percaya bahwa tanah adalah milik leluhur. Oleh karena itu, izin untuk menggunakan tanah harus dimintakan pada leluhur.

Leluhur juga hadir dalam acara Gelar Tikar lewat perkataan-perkataan yang mengalir. Lewat cara inilah, masyarakat Mbaham Matta menjaga dirinya. Mereka percaya, leluhurlah yang menjaga mereka. Oleh karena itu, dalam Gelar Tikar, semua peserta harus jujur dan tulus serta tidak punya agenda jahat. Kesepakatan yang terjadi juga harus dilaksanakan semua pihak sebaik-baiknya. “Kalau ada yang berniat buruk atau melanggar adat, sudah ada beberapa peristiwa, proyeknya gagal, atau ada yang meninggal,” kata Ronald.

Dalam Gelar Tikar, semua peserta harus jujur dan tulus serta tidak punya agenda jahat.

Ronald mengingatkan, sosialisasi adalah langkah awal. Hal serupa disampaikan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Didimus Tuturob. Didimus mengatakan, prosesnya masih panjang. Perlu ada pembicaraan yang lama dan intensif dengan semua bagian dari masyarakat adat yang terkait. Sosok-sosok yang ikut di dalam Gelar Tikar juga harus tepat. “Kemarin sudah ada yang Kapitan, tetapi juga harus ada pihak-pihak yang hak ulayatnya memang di lokasi tempat pabrik akan didirikan,” kata Didimus.

Tonton juga: Cerita Persaudaraan dari Tanah Mbaham Matta, Fakfak, Papua Barat

Iklan

Dalam pertemuan itu Rahmad memperkenalkan PKT adalah perusahaan milik bangsa Indonesia yang juga berarti milik masyarakat Mbaham Matta. Ia mengatakan, acara Gelar Tikar Adat ini adalah salah satu cara PKT agar bisa bersinergi dengan semua pihak, terutama masyarakat adat. Acara wewowo ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat. Rahmad berharap, PKT dapat memperoleh berbagai masukan dan dukungan penuh terhadap pembangunan kawasan industri pupuk nantinya.

Toleransi dan persaudaran telah lama mengakar bagi masyarakat Suku Mbaham Matta, yang tinggal Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Berlandaskan filosofi Satu Tungku Tiga Batu, mereka saling menjaga persaudaraan dan cinta kasih antar sesama di tengah perbedaan yang ada. Suku Mbaham Matta menjaga toleransi dengan tetap menjaga keluarga, walau mereka tidak dalam satu keyakinan.
KOMPAS

Toleransi dan persaudaran telah lama mengakar bagi masyarakat Suku Mbaham Matta, yang tinggal Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Berlandaskan filosofi Satu Tungku Tiga Batu, mereka saling menjaga persaudaraan dan cinta kasih antar sesama di tengah perbedaan yang ada. Suku Mbaham Matta menjaga toleransi dengan tetap menjaga keluarga, walau mereka tidak dalam satu keyakinan.

Rahmad mengatakan, ketahanan pangan tidak mungkin tercapai kalau pupuknya kurang. Sejalan dengan itu, pabrik pupuk membutuhkan pasokan gas. Dan, ketersediaan gas dijamin dengan kehadiran beberapa sumur gas baru yaitu di Selat Makassar, Masela Maluku dan Papua Barat.

Menurut Rahmad, Menteri Investasi Bahlil Lahadila telah banyak berperan untuk memastikan agar pabrik PKT yang baru bisa berdiri di Fakfak. "Pak Bahlil berusaha keras lewat berbagai kebijakannya agar tercapai pemerataan ekonomi, terutama ke wilayah Indonesia bagian timur, dan terutama di Fakfak," ujar Rahmad.

“Saya juga berkali-kali diingatkan Pak Bahlil, agar jangan abaikan masyarakat,” cerita Rahmad. Ia pun meyakinkan bahwa komitmen untuk menggandeng masyarakat telah lama mandarah daging terutama di pabrik pertama PKT di Bontang.

Hubungan baik PKT dengan masyarakat Bontang bahkan menjadikan PKT sebagai pabrik pupuk terbesar di Asia Tenggara “Tidak sekalipun ada konflik. Bahkan masyarakat yang berjaga di depan, memastikan kesuksesan PKT,” kata Rahmad

Pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu (23/7/2023).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu (23/7/2023).

Dalam proses pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Rahmad pun menekankan, uluran tangan dari masyarakat dan Pemda Fakfak adalah kunci demi kemajuan bersama. “Dengan rendah hati, saya memohon dukungan dari bapak-bapak semua, demi tercapainya pembangunan pabrik pupuk ini,” kata Rahmad.

Sementara Didimus menekankan, ada beberapa hal yang diharapkan masyarakat Mbaham Matta. Yakni, lingkungan hidup yang harus tetap terjaga, dan juga lapangan pekerjaan. Ditambahkan Didimus, banyak anak-anak muda Fakfak yang telah menempuh pendidikan tinggi diharapkan dapat bekerja di proyek PKT baik saat pembangunan pabrik hingga saat pabrik beroperasi. Diharapkan, pabrik itu pun dapat menampung ribuan tenaga kerja baru.

Raja Arguni Hanafi Pauspaus, yang ditemui di sela acara dialog tokoh masyarakat dengan Wapres Amin menjelaskan, bupati, tokoh masyarakat, dan sejumlah tokoh lain akan menerima dan mendukung kehadiran PKT di wilayah Petuanan Arguni di Fior Andamata.

Kendati menerima PKT, Hanafi mengungkapkan hal senada dengan Didimus. "Nanti kita lihat dampaknya. Besok kita harus bicara banyak bagaimana masyarakat ke depannya. Artinya kita mendukung (bila) besok ada lowongan kerja untuk masyarakat dan ke depan untuk kehidupan ke depannya akan bagaimana," tuturnya.

Hanafi pun menginformasikan, pantai sekitar Petuanan Arguni sudah mulai dikonservasi. Kehadiran pabrik pupuk di masa depan diharapkan turut menjaga kawasan konservasi, bukan hanya malah merusak.

 Lansekap dengan latar depan Tugu Satu tungku Tiga Batu serta kawasan pemukiman dengan baragam tempat ibadah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (24/5/2023).
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Lansekap dengan latar depan Tugu Satu tungku Tiga Batu serta kawasan pemukiman dengan baragam tempat ibadah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (24/5/2023).

Sementara Bahlil mendorong masyarakat untuk melihat kehadiran PKT sebagai peluang baik. Dikatakannya, ribuan pekerja akan dibutuhkan saat konstruksi meski akan berkurang saat operasional kelak. Namun para pekerja di PKT tentu membutuhkan bahan makanan. “Sayur, sapi, udang, nanas, ikan, sampai padi kita bikin," ujar Bahlil yang mendorong warga Fakfak untuk memproduksi pangan.

Menurut Bahlil, tradisi Gelar Tikar dimana semua orang duduk bersama adalah hal yang baik. Ia berharap niat itu bisa menghasilkan keputusan yang baik pula. Sebagai anak Fakfak, kata Bahlil, ia berusaha keras bisa memberikan sesuatu kepada negerinya. “Waktu kecil, saya ingat. Kita suka olok-olok anak pejabat : Ko punya bapa bikin apa untuk negeri ini,” kenang Bahlil.

Kenangan ini memicunya untuk berusaha yang terbaik. Tentunya, upaya ini tidak mudah. Pabrik PKT awalnya tidak direncanakan untuk dibangun di Fakfak. Padahal, ia tahu gas untuk pabrik itu diambil dari Fakfak. Tarik menarik kemudian terjadi berkali-kali dan berlapis-lapis. Semua pihak adu argumentasi dan strategi. “Tapi nggak apa-apa saya hadapi semuanya,” katanya.

Foto aerial pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Senin (12/6/2023). Pada akhir tahun 2022, PKT mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan proyek strategis nasional (PSN) berupa pembangunan pabrik urea di Fakfak, Papua Barat.
KOMPAS/PRIYOMBODO

Foto aerial pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Senin (12/6/2023). Pada akhir tahun 2022, PKT mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan proyek strategis nasional (PSN) berupa pembangunan pabrik urea di Fakfak, Papua Barat.

Bupati Untung Tamsil pun mengucapkan terima kasih pada Kementerian Investasi karena Fakfak mendapatkan investasi besar. Untung juga mengapresiasi Bahlil yang telah berupaya keras, bahkan mempertaruhkan jabatannya, agar pabrik pupuk baru dapat dibangun di Fakfak.

Diingatkan Untung, tahun 2023 ini, tepatnya pada 16 November, Fakfak akan berusia 123 tahun. Dengan demikian, peluang hadirnya pabrik pupuk baru harus segera ditangkap demi kemajuan Fakfak. Walau tentu aja, masukan dan pandangan dari para orang-orang tua-tua adat perlu didengar.

Uluran tangan beserta catatan penting juga disampaikan Asisten 1 Bidang Pemerintah Provinsi Papua Barat Robert Rumbekwan yang mewakili Plt Gubernur Papua Barat. “Kita dorong dan dukung investasi di Papua Barat yang berkeadilan sosial, menjadi penggerak ekonomi di Fakfak untuk masyarakat yang lebih sejahtera,” katanya.

https://cdn-assetd.kompas.id/lX_OjIuc8fso27yCKZ-LY-YK5dc=/1024x1283/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F04%2F472b4402-4559-48a0-884d-d74cde221394_png.png
Editor:
HARYO DAMARDONO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000