logo Kompas.id
EkonomiBanjir Dana Transisi Energi...
Iklan

Banjir Dana Transisi Energi dan Pertaruhan Utang ”Hijau”

Perlu kehati-hatian ekstra dalam menegosiasikan syarat dan ketentuan pinjaman agar banjir dana hari ini tidak menjadi beban keuangan publik di kemudian hari.

Oleh
agnes theodora
· 1 menit baca
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) bersama Staf Khusus Bidang Iklim Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) John Morton melakukan konferensi pers di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Pemerintah mengumumkan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan AS dan Jepang terkait pendanaan transisi energi melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Nilai komitmen awal pendanaan yang disepakati adalah 20 miliar dollar AS untuk melakukan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) bersama Staf Khusus Bidang Iklim Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) John Morton melakukan konferensi pers di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Pemerintah mengumumkan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan AS dan Jepang terkait pendanaan transisi energi melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Nilai komitmen awal pendanaan yang disepakati adalah 20 miliar dollar AS untuk melakukan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara.

Perhelatan G20 yang baru saja berakhir membawa ”durian runtuh” bagi Indonesia selaku tuan rumah. Di sela-sela panasnya tensi geopolitik di ajang KTT G20, pekan lalu, komitmen pendanaan mengucur dari negara-negara maju senilai ratusan triliun rupiah untuk membiayai percepatan transisi energi di Indonesia.

Suntikan dana itu didapat lewat skema Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) dengan komitmen pendanaan 20 miliar dollar AS atau Rp 314 triliun (kurs Rp 15.717 per dollar AS) selama 3-5 tahun ke depan.

Editor:
MUHAMMAD FAJAR MARTA
Bagikan