logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPasokan BBM Bersubsidi...
Iklan

Pasokan BBM Bersubsidi Terbatas, Ketahanan Nelayan Terancam

Sejak kenaikan harga BBM di awal September 2022, nelayan semakin kesulitan mendapatkan BBM, baik yang bersubsidi di SPBUN maupun yang eceran karena pasokan semakin terbatas.

Oleh
BM LUKITA GRAHADYARINI
Β· 1 menit baca
Nelayan membuka telepon genggam saat menunggu antrean mengisi bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar  Umum Nelayan (SPBUN) Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (21/9/2022). Bahan bakar minyak solar bersubsidi yang dikelola Koperasi Mina Perdana Samudera tersebut dijual kepada nelayan Rp 6.800 per liternya. Pemerintah tengah menyiapkan koperasi agar berperan sebagai penyalur bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi untuk nelayan. Dari sekitar 11.000 kampung nelayan, ketersediaan SPBUN hanya 388 unit atau 3,52 persen.
KOMPAS/AGUS SUSANTO ,KOMPAS/AGUS SUSANTO

Nelayan membuka telepon genggam saat menunggu antrean mengisi bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (21/9/2022). Bahan bakar minyak solar bersubsidi yang dikelola Koperasi Mina Perdana Samudera tersebut dijual kepada nelayan Rp 6.800 per liternya. Pemerintah tengah menyiapkan koperasi agar berperan sebagai penyalur bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi untuk nelayan. Dari sekitar 11.000 kampung nelayan, ketersediaan SPBUN hanya 388 unit atau 3,52 persen.

JAKARTA, KOMPAS β€” Ketahanan nelayan mulai goyah. Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM semakin membebani biaya produksi nelayan. Sementara itu, ketimpangan distribusi BBM bersubsidi untuk nelayan di sejumlah daerah belum teratasi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar nelayan (NTN) pada September 2022 merosot paling tajam dibandingkan nilai tukar petani (NTP) pada subsektor lain. NTN merosot -1,84 persen secara bulanan, yakni dari 107,21 menjadi 105,24. Sementara, nilai tukar pembudidaya ikan turun -0,11 persen secara bulanan, yakni dari 105,44 menjadi 105,33. Kenaikan harga BBM sangat berdampak pada peningkatan beban pengeluaran dan biaya produksi nelayan tangkap.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan