logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊKenaikan Suku Bunga BI...
Iklan

Kenaikan Suku Bunga BI Diprediksi Berlanjut

Sejumlah ekonom dan analis pasar modal menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berada di luar ekspektasi. Namun, langkah moneter itu masih akan berlanjut di tengah tekanan inflasi tahun 2022-2023.

Oleh
ANASTASIA JOICE TAURIS SANTI
Β· 1 menit baca
Sebuah iklan penawaran properti terpasang di kawasan Babakan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/9/2022). Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sehingga menjadi 4,25 persen. Kenaikan suku bunga tersebut berpotensi mengancam penjualan properti yang mayoritas menggunakan fasilitas kredit perbankan.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Sebuah iklan penawaran properti terpasang di kawasan Babakan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/9/2022). Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sehingga menjadi 4,25 persen. Kenaikan suku bunga tersebut berpotensi mengancam penjualan properti yang mayoritas menggunakan fasilitas kredit perbankan.

JAKARTA, KOMPAS β€” Para pelaku pasar modal menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, Kamis (22/9/2022), di atas ekspektasi pelaku pasar. Meski demikian, langkah moneter itu tidak mengejutkan karena potensi kenaikan inflasi pada tahun 2022-2023. Sejumlah analis memperkirakan kenaikan suku bunga akan berlanjut.

Beberapa ekonom di sekuritas bahkan memperkirakan kenaikan tingkat suku bunga acuan masih akan berlanjut pada tahun depan. ”Kami menaikkan asumsi kenaikan BI rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) dari 4,25 persen menjadi 4,5 persen pada semester II-2022. Kami memperkirakan BI akan menaikkan tingkat suku bunganya sampai ke 5 persen pada 2023,” kata ekonom senior RHB Sekuritas, Barnabas Gan, dalam risetnya, Jumat (23/9/2022).

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan