logo Kompas.id
EkonomiPerkuat Ekosistem Industri...
Iklan

Perkuat Ekosistem Industri sebelum Melarang Ekspor Timah

Rencana pemerintah melarang ekspor timah harus diiringi dengan strategi pengembangan hilirisasi industri untuk menjamin serapan produksi timah. Pemerintah masih mengkaji wacana tersebut dan menampung berbagai masukan.

Oleh
agnes theodora
· 1 menit baca
Lanskap Gurun Namang, kawasan tambang timah di Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung (Babel), Kamis (21/7/2022). Babel adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Tiap tahun, ekspor timah Babel mencapai 200.000 ton
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)

Lanskap Gurun Namang, kawasan tambang timah di Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung (Babel), Kamis (21/7/2022). Babel adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Tiap tahun, ekspor timah Babel mencapai 200.000 ton

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah berencana melarang ekspor timah dalam waktu dekat untuk mengurangi ketergantungan perekonomian Indonesia terhadap komoditas mentah. Wacana itu perlu diiringi kajian strategi yang matang untuk mendorong hilirisasi industri serta memperkuat ekosistem timah dari hulu ke hilir di dalam negeri.

Hilirisasi dibutuhkan karena selama ini sebanyak 98 persen timah diekspor ke luar negeri. Hanya 2 persen dari hasil produksi timah di hulu yang diserap di sektor hilir oleh industri dalam negeri. Jika larangan ekspor timah mentah ujug-ujug dikeluarkan tanpa memastikan berjalannya hilirisasi dan ekosistem industri di dalam negeri, pasokan timah akan menumpuk dan tidak terserap optimal.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan