logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPeternak Keluhkan Syarat...
Iklan

Peternak Keluhkan Syarat Mengakses Kompensasi

Kalangan peternak menilai sejumlah syarat dan kriteria untuk menerima kompensasi dan bantuan dari pemerintah terkait penyakit mulut dan kuku sulit dipenuhi peternak.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
Β· 1 menit baca
Sapi dikeringkan dengan handuk setelah dimandikan di kolong Jalan Tol Wiyoto Wiyono di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Jumat (8/7/2022). Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat Kastono mengambil inisiatif dengan memberikan layanan salon untuk sapi yang terjual. Salon sapi meliputi pemandian dan rias dengan balon dan bendera kecil. Sebanyak 46 sapi dan 120 kambing terjual di kolong tol tersebut.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Sapi dikeringkan dengan handuk setelah dimandikan di kolong Jalan Tol Wiyoto Wiyono di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Jumat (8/7/2022). Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat Kastono mengambil inisiatif dengan memberikan layanan salon untuk sapi yang terjual. Salon sapi meliputi pemandian dan rias dengan balon dan bendera kecil. Sebanyak 46 sapi dan 120 kambing terjual di kolong tol tersebut.

JAKARTA, KOMPAS β€” Kalangan peternak menilai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kompensasi dan bantuan pemerintah terkait penyakit mulut dan kuku atau PMK rumit. Sejumlah kriteria yang ditetapkan juga akan mengeliminasi sebagian peternak untuk mengakses fasilitas itu.

Ketua Umum Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat, Aun Gunawan, saat dihubungi akhir pekan lalu menyatakan, peternak kecewa jika sistem penggantiannya mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 518 Tahun 2022 tentang Pemberian Kompensasi dan Bantuan dalam Keadaan Tertentu Darurat PMK.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan