logo Kompas.id
EkonomiParadoks Bisnis Teknologi...
Iklan

Paradoks Bisnis Teknologi Digital

Usaha rintisan apa pun semestinya punya model bisnis berkelanjutan agar bertahan dan berkembang. Tak sekadar mengejar pasar atau ”membakar uang”, tapi terus berinovasi menawarkan solusi kebaruan dan menguasai hulu hilir.

Oleh
MEDIANA, BM LUKITA GRAHADYARINI, STEFANUS OSA TRIYATNA
· 1 menit baca
Chief Business Officer for Asia Pacific Brooks Entwistle saat memberikan pemaparan di Singapura, 1 November 2017.
UBER

Chief Business Officer for Asia Pacific Brooks Entwistle saat memberikan pemaparan di Singapura, 1 November 2017.

Setengah tahun pertama 2022, kita merasa di tengah keyakinan bahwa teknologi digital kian tak terbendung, tetapi bercampur keraguan akan prospek bisnisnya. Perang Rusia-Ukraina, inflasi, dan ancaman resesi berdampak terhadap industri teknologi digital.

Perang Rusia-Ukraina berdampak banyak, termasuk terhadap pengembangan pasar dan investasi perusahaan teknologi, termasuk rintisan bidang teknologi (start up). Dari data Crunchbase, dalam tujuh tahun terakhir, investor strategis dan ventura di Rusia berpartisipasi dalam lebih dari 300 putaran pendanaan perusahaan rintisan berbasis di Amerika Serikat (AS).

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan